Penolakan di Bali Berbuntut Panjang, Ustadz Abdul Somad Meradang, Akan Polisikan 5 Orang Ini. Simak Videonya!


Infoteratas.com - Buntut dari Aksi penolakan terhadap dirinya yang terjadi Jumat kemarin di Bali, Ustad Abdul Somad Batubara melalui pengacaranya dari GNPF mengancam akan mengambil tindakan hukum dengan melaporkan lima orang yang dituduhnya menjadi Dalang dalam Kejadian Naas yang menimpa dirinya tersebut.

Tidak tanggung-tanggung, salah satu pihak yang akan dilaporkan Somad melalui kuasa hukumnya disebut-sebut adalah seorang anggota DPD RI.

Kelima orang tersebut rencananya akan dilaporkan Somad ke Polda Bali, Selasa depan, 12 Desember 2017.

Belum diketahui apakah Dosen Pengajar di Universitas Islam Negeri UIN Sultan Syarif Kasim Riau itu akan dilaporkan balik atas tuduhan menyebarkan paham anti NKRI dan lain sebagainya.

Gus Yadi Anak Buah Gus Nuril Juga Akan Dipolisikan

Kubu somad menganggap Pariyadi alias Gus Yadi, pemimpin Pondok Pesantren Soko Tunggal Abdurrahman Wahid 3 Bali sebagai biang provokator yang menolak keberadaan dirinya di BALI

Oleh karanenya pihak somad juga berencana melaporkan yang bersangkutan kepada pihak kepolisian

Advokat GNPF Ulama, Ismar Syarifuddin akan melaporkan sejumlah nama terkait kasus penolakan tersebut. Nama-nama tersebut masih dalam klasifikasi dan akan dilaporkan ke Mabes Polri pada Selasa 12 Desember 2017.

“Salah-satunya adalah Gus Yadi mengaku sebagai anggota NU tetapi dibantah oleh Banser, Arya Wedakarna dan ada beberapa pihak lainnya. Kita akan klasifikasi siapa-siapa pentolannya atau siapa saja provokatornya. Itu yang akan kami laporkan secara resmi di Mabes Polri,” sambungnya.

Sebagaimana Dilansir beraninews.com dari KBR, Sekitar seratus orang dari Gerakan Nasionalis Patriot Indonesia, Perguruan Sandi Murti dan ormas Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Bali menolak kehadiran penceramah Abdul Somad alias Ustad Somad di Bali.

Salah satu yang menolak kehadiran Ustad Somad adalah Pariyadi alias Gus Yadi, pemimpin Pondok Pesantren Soko Tunggal Abdurrahman Wahid 3 Bali.

Gus Yadi mengatakan Ustad Somad ditolak masuk Bali karena selalu menyebut kafir kepada yang tidak seiman. Selain itu, kata Gus Yadi, Usad Somad juga terus-menerus bicara soal khilafah dan mengomentari simbol-simbol agama lain.

Gus Yadi mengatakan sebelumnya, perwakilan ormas Bali sudah meminta agar Ustad Somad disumpah di bawah Alquran untuk setia pada Pancasila, NKRI, mencium bendera Merah Putih dan tidak menyebut kata-kata kafir dalam ceramahnya.

Namun, kata Gus Yadi, permintaan itu ditolak Ustad Somad.

"Kami dapat informasi dari panitia ternyata dia tidak mau mencium bendera Merah Putih karena dinilai haram. Itu kan statemen khilafah, kelompok yang ingin mendirikan negara Islam. Nabi Muhammad tidak ingin negara Islam. Para ulama sudah mendirikan Republik ini, tidak ingin negara Islam. Ini Republik Indonesia. Jadi kita minta Somad dipulangkan hari ini juga. Itu konsekwensi mereka ingkar janji," kata Gus Yadi di Denpasar, Bali, Jumat (8/12/2017).

Video rencana somad akan polisikan lima orang ke polisi silahkan lihat dibawah ini :


Belum diketahui apakah Dosen Pengajar di Universitas Islam Negeri UIN Sultan Syarif Kasim Riau itu akan dilaporkan balik atas tuduhan menyebarkan paham anti NKRI dan lain sebagainya.

Gus Yadi Anak Buah Gus Nuril Juga Akan Dipolisikan

Kubu somad menganggap Pariyadi alias Gus Yadi, pemimpin Pondok Pesantren Soko Tunggal Abdurrahman Wahid 3 Bali sebagai biang provokator yang menolak keberadaan dirinya di BALI

Oleh karanenya pihak somad juga berencana melaporkan yang bersangkutan kepada pihak kepolisian

Advokat GNPF Ulama, Ismar Syarifuddin akan melaporkan sejumlah nama terkait kasus penolakan tersebut. Nama-nama tersebut masih dalam klasifikasi dan akan dilaporkan ke Mabes Polri pada Selasa 12 Desember 2017.

“Salah-satunya adalah Gus Yadi mengaku sebagai anggota NU tetapi dibantah oleh Banser, Arya Wedakarna dan ada beberapa pihak lainnya. Kita akan klasifikasi siapa-siapa pentolannya atau siapa saja provokatornya. Itu yang akan kami laporkan secara resmi di Mabes Polri,” sambungnya.

Sebagaimana Dilansir beraninews.com dari KBR, Sekitar seratus orang dari Gerakan Nasionalis Patriot Indonesia, Perguruan Sandi Murti dan ormas Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Bali menolak kehadiran penceramah Abdul Somad alias Ustad Somad di Bali.

Salah satu yang menolak kehadiran Ustad Somad adalah Pariyadi alias Gus Yadi, pemimpin Pondok Pesantren Soko Tunggal Abdurrahman Wahid 3 Bali.

Gus Yadi mengatakan Ustad Somad ditolak masuk Bali karena selalu menyebut kafir kepada yang tidak seiman. Selain itu, kata Gus Yadi, Usad Somad juga terus-menerus bicara soal khilafah dan mengomentari simbol-simbol agama lain.

Gus Yadi mengatakan sebelumnya, perwakilan ormas Bali sudah meminta agar Ustad Somad disumpah di bawah Alquran untuk setia pada Pancasila, NKRI, mencium bendera Merah Putih dan tidak menyebut kata-kata kafir dalam ceramahnya.

Namun, kata Gus Yadi, permintaan itu ditolak Ustad Somad.

"Kami dapat informasi dari panitia ternyata dia tidak mau mencium bendera Merah Putih karena dinilai haram. Itu kan statemen khilafah, kelompok yang ingin mendirikan negara Islam. Nabi Muhammad tidak ingin negara Islam. Para ulama sudah mendirikan Republik ini, tidak ingin negara Islam. Ini Republik Indonesia. Jadi kita minta Somad dipulangkan hari ini juga. Itu konsekwensi mereka ingkar janji," kata Gus Yadi di Denpasar, Bali, Jumat (8/12/2017).

Video rencana somad akan polisikan lima orang ke polisi silahkan lihat dibawah ini :

Beraninews.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Penolakan di Bali Berbuntut Panjang, Ustadz Abdul Somad Meradang, Akan Polisikan 5 Orang Ini. Simak Videonya!"

Posting Komentar