Tercyduk Polisi! Begini Kronologi Penjemputan Bocah ABG Penghina Ketum Ansor


Infoteratas.com - Tim Cyber dari Polda Jatim dengan mengendari tiga mobil kemaren malam mendatangi kediaman Muhammad Zabid untuk melakukan penjemputan guna keperluan pemeriksaan atas laporan dugaan penghinaan terhadap Ketua Umum GP Ansor dan Ulama NU, namun setiba di lokasi ternyata mereka telah merencanakan penghadangan agar usaha penjemputan oleh tim Cyber Polda Jatim gagal, dengan memprovokasi warga sekitar bahwa KH Fakhri ayah dari Muhammad Zabid akan diserang PKI, warga sekitar yang sebelumnya sudah diprovokasi oleh tersangka kemudian berbondong-bondong mendatangi kediaman Zabid dengan membawa sajam clurit dan berusaha mencegah dan mengepung Polda Jatim yang sedang melakukan pemeriksaan.

Otomatis pihak Polda Jatim gagal melakukan penjemputan, karena masyarakat sekitar mulai bringas akibat sudah terprovokasi, bahwa yang datang adalah sekelompok PKI yang ingin menangkap Kyai Fakhri.

Namun ternyata, kronologi kejadian diatas diputar balikkan faktanya oleh tersangka, seakan-akan warga sekitar sudah tau dengan kasus yang menjeratnya yang sedang diusut oleh Tim Cyber Polda Jatim atas laporan penghinaan terhadap Ketum Ansor Gus Yaqut putra dari K.H Muhammad Cholil Bisri atau keponakan Gus Mus yang juga cucu dari KH Bisri Musthofa Ulama sepuh NU Rembang Jawa Tengah.

Bahkan dengan bangganya si Zabid mengatakan Warga sekitar sempat mengepung polda jatim karena mendukung dan membelanya, padahal faktanya masyarakat sekitar tidak tau menau kalau si Zabid ini Pengurus FPI Pamekkasan sang provokator warga Nahdhiyyin dan penghina Ulama NU di media sosial yang sedang dijemput oleh Tim Cyber Polda Jatim.

Sebelumnya GERAKAN Pemuda Ansor, Kamis (12/10), mendatangi Polda Jawa Timur untuk melaporkan beberapa akun di media sosial Facebook yang diduga melakukan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap kiai, Ketua Umum PP GP Ansor, dan lambang Nahdlatul Ulama (NU).

"Kami melaporkan beberapa akun di media sosial Facebook terkait ujaran kebencian yang dilakukan akun dengan nama Generasi Muda NU Jatim dan juga akun milik Zabid Mochammad," kata salah satu perwakilan dari LBH PP GP Ansor, Ahmad Budi Prayoga, di Surabaya.



Budi Prayoga mengatakan, akun-akun itu beberapa kali melakukan unggahan yang kontennya berisi ujaran kebencian khususnya terhadap tokoh NU dan organisasi NU serta Ketua Umum GP Ansor.



"Kami melaporkan mereka agar akun tersebut bisa diproses secara hukum. Ujaran kebencian itu di antaranya melakukan penghinaan, pencemaran nama baik, dan menyebarkan kebencian terhadap kiai-kiai NU," tuturnya.

Dia mengungkapkan, ujaran kebencian sudah sejak lama dilakukan oleh kedua akun tersebut. Dari unggahan yang GP Ansor kumpulkan, diketahui hampir satu tahun pemilik-pemilik akun itu melakukan ujaran kebencian.

"Kami bertindak memang sudah melalui koridor yang ada. Dalam pengamatan kami, akun ini berulang kali dan terus menerus mem-posting konten yang berisi ujaran kebencian," kata dia.

Dengan laporan ini, Budi Prayoga menginginkan supaya pemilik akun untuk diproses secara hukum di Polda Jatim, di Polres Pamekasan, dan Polres Sumenep agar tak ada lagi ujaran kebencian yang terjadi di Jawa Timur, terutama di Pulau Madura.

"Kami ingin menciptakan kondisi Jatim yang kondusif yang bebas dari ujaran kebencian yang dilakukan oleh siapa pun orangnya," ujarnya. (OL-2)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tercyduk Polisi! Begini Kronologi Penjemputan Bocah ABG Penghina Ketum Ansor"

Posting Komentar