Kelar! Polisi Beber Sosok Pendonor Saracen, Ternyata.....

Foto: Saracen/kriminologi.id Infoteratas.com - Polisi masih belum mau mengungkap hasil analisis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi...

Foto: Saracen/kriminologi.id

Infoteratas.com - Polisi masih belum mau mengungkap hasil analisis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atas aliran dana terhadap anggota kelompok Saracen.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Fadil Imran mengatakan, sejumlah fakta yang belum diketahui publik selama proses penyidikan akan terungkap dalam persidangan nantinya.

"Nanti di persidangan saja. Itu kan PPATK sangat substansif dan tidak boleh disebarkan ke publik," ujar Fadil di kompleks PTIK, Jakarta, Selasa (17/10/2017).

Fadil mengatakan, pihaknya enggan membuka ke publik karena khawatir memengaruhi proses penyidikan.

Berkas perkara tiga anggota Saracen telah dinyatakan lengkap oleh kejaksaan. Sementara itu, sisanya masih dikaji oleh jaksa peneliti.


Sebelumnya, disebutkan bahwa ada sejumlah nama tokoh publik dalam laporan hasil analisis itu. Namun, tidak disebutkan siapa saja orang tersebut. Polri sebelumnya juga menyebut bahwa pihak-pihak tersebut akan dipanggil untuk dimintai keterangan.

Fadil mengatakan, dalam proses hukum, penyidik hanya melihat fakta yang ditemukan dalam proses penyidikan.

"Persoalan di situ ada nama a, b, c, d,e, itu kan persoalan fakta. Jadi kita tidak karena pendekatan yang lain-lain," kata Fadil.

Fadil kembali menegaskan bahwa fakta-fakta yang tidak terungkap selama penyidikan kemungkinan akan diketahui secara terbuka di pengadilan.

"Persidangan Indonesia ini kan terbuka. Di sana akan kelihatan semua petanya seperti apa," ujar dia.


Dalam kasus ini, penyidik menetapkan empat pengurus Saracen sebagai tersangka. Mereka adalah Sri Rahayu Ningsih, Muhammad Faisal Tonong, Jasriadi, dan Mohammad Abdullah Harsono.

Kemudian, menyusul Asma Dewi yang diduga mentransfer uang Rp 75 juta ke rekening bendahara Saracen, Retno. Ia juga dijerat dugaan tindak pidana yang sama dengan anggota Saracen.

Kelompok Saracen menetapkan tarif sekitar Rp 72 juta dalam proposal yang ditawarkan ke sejumlah pihak. Mereka bersedia menyebarkan konten ujaran kebencian dan berbau SARA di media sosial sesuai pesanan.

Media yang digunakan untuk menyebar konten tersebut antara lain di Grup Facebook Saracen News, Saracen Cyber Team, situs Saracennews.com, dan berbagai grup lain yang menarik minat warganet untuk bergabung.

Hingga saat ini diketahui jumlah akun yang tergabung dalam jaringan Grup Saracen lebih dari 800.000 akun.


Berkas Perkara Tiga Anggota Saracen Rampung

Berkas perkara tiga anggota Saracen dalam kasus penyebaran ujaran kebencian dan konten SARA sudah dinyatakan lengkap oleh kejaksaan.

Mereka adalah Sri Rahayu Ningsih, Muhammad Faisal Tonong dan Mohammad Abdullah Harsono.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Fadil Imran mengatakan, untuk saat ini, pihaknya belum akan menetapkan tersangka baru.

"Tersangka baru, sampai saat ini kita belum sampai ke sana," ujar Fadil di kompleks PTIK, Jakarta, Selasa (17/10/2017).

Namun, tak menutup kemungkinan kasus ini akan dikembangkan.


Sementara itu, berkas perkara dua tersangka lainnya, yaitu Jasriadi dan Asma Dewi sudah diserahkan ke kejaksaan.

Hingga saat ini belum diketahui apakah sudah lengkap atau dikembalikan untuk dilengkapi.

"Masih menunggu pemeriksaan atau penelitian dari kejaksaan. Mudah-mudahan saja dinyatakan lengkap," kata Fadil.

Dalam kasus ini, empat anggota Saracen, Sri Rahayu Ningsih, Muhammad Faisal Tonong, Jasriadi, dan Mohammad Abdullah Harsono, ditangkap secara terpisah karena menyebar konten ujaran kebencian dan berbau SARA.


Kemudian, menyusul Asma Dewi yang diduga mentransfer uang Rp 75 juta ke rekening bendahara Saracen, Retno.

Ia juga dijerat dugaan tindak pidana yang sama dengan anggota Saracen.

Kelompok Saracen menetapkan tarif sekitar Rp 72 juta dalam proposal yang ditawarkan ke sejumlah pihak.

Mereka bersedia menyebarkan konten ujaran kebencian dan berbau SARA di media sosial sesuai pesanan.

Media yang digunakan untuk menyebar konten tersebut antara lain di Grup Facebook Saracen News, Saracen Cyber Team, situs Saracennews.com, dan berbagai grup lain yang menarik minat warganet untuk bergabung.

Hingga saat ini diketahui jumlah akun yang tergabung dalam jaringan Grup Saracen lebih dari 800.000 akun.

(kompas.com)

COMMENTS

Nama

9 naga,1,Adu Panco,1,afi,19,agama,3,ahmad dhani,104,AHOK,454,AHY,44,alexis,3,AmienRais,19,Anies,110,antasari,2,Arcandra,1,Ari Wibowo,5,Ario,4,ario kiswinar,5,artikel,1,ayu tt,6,azizi travel,2,banjir jakarta,2,Berita,639,berita hiburan,5,berita unik,145,bom,10,Budayawan,1,Budi Gunawan,1,buni yani,26,bunuh diri,17,caisar,2,debat pilkada,6,deddy corbuzier,5,demo ahok,21,demo jokowi,2,demo kspi,8,demokrat,2,Djarot,4,DKI,6,DPR,3,Ekonomi,1,entertaiment,333,Fadli Zon,46,Fahri,41,first travel,56,fpi,378,freeport,2,FrontBetawi,3,geby,3,gerindra,10,gibran,16,Golkar,2,Habibrizieq,52,Habiburokhman,2,hari tanoe,1,hate speech,70,headline,1,hoax,3,Hukum,15,Ibu Eni,1,Indro Warkop,1,info sehat,1,infrastruktur,1,internasional,45,intoleransi,1,inul,4,Irmangusman,1,Islami,5,isu PKI,3,IwanFals,1,Jakmania,8,jogja,1,JOKOWI,231,jonru,66,jupe,15,jusuf kalla,5,kaesang,52,kahiyang,17,Kapolri,17,kasus ahok,16,kasus antasari,3,kasus buni yani,10,kasus dwi,4,kasus eggy sudjana,6,kasus ektp,12,kasus habib rizieq,173,kasus HT,12,kasus makar,20,kasus mirna,1,kasus pancasila,1,kasus reklamasi,2,kasus siti,3,kasus sumber waras,3,kecelakaan,14,kecelakaan kapal,2,Kemang,1,KIP,1,kisah,4,Kontroversi,20,kpk,29,kriminal,74,lion air,2,loker,1,Lulung,7,maia,10,Marioteguh,10,marissa,10,mbah mijan,1,menpora,2,menteri susi,13,mudik2017,3,MUI,14,nasdem,1,Nasib Guru,3,nasioanal,2,Nasional,867,nasional. pilgub dki,2,naso,1,news,143,nikita,6,NU,20,Nusronwahid,2,ojek online,1,olahraga,10,opick,6,pan,9,paradise papers,4,PDIP,20,pedofil,3,pembunuhan,2,Pilgub DKI,175,pilih,1,pilpres 2019,2,Pilpres 2019 Golkar,2,PKS,12,polisi,2,politik,1028,prabowo,4,PRESTASI AHOK,1,Ragam,43,raja arab,22,Ratna Sarumpaet,13,razman,5,ridwan kamil,12,rina,1,Risma,3,rohingya,5,rosita,13,Ruhut,4,Saipul Jamil,2,sam aliano,1,sandi,12,sandiaga,91,Sanusi,2,saracen,68,SBY,71,sejarah,3,sepak bola,7,setnov,19,sidang ahok,50,sri mulyani,2,Sumber waras,2,Susi,3,Syafi'i,1,Taufik,1,Tax amnesty,4,Teman Ahok,3,tips,6,Tito,2,TKW,1,TKW SRI,1,tren,1,trending topik,396,tv one,8,uang,1,Umum,1,Vaksin Palsu,4,Yusril,3,
ltr
item
Infoteratas: Kelar! Polisi Beber Sosok Pendonor Saracen, Ternyata.....
Kelar! Polisi Beber Sosok Pendonor Saracen, Ternyata.....
https://2.bp.blogspot.com/-EDteB6pbsyU/WeaRnlwTnoI/AAAAAAAAO1k/ZPtglZMftXMTpWec3y9ErdYHkBSoDrXggCLcBGAs/s1600/saracen1.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-EDteB6pbsyU/WeaRnlwTnoI/AAAAAAAAO1k/ZPtglZMftXMTpWec3y9ErdYHkBSoDrXggCLcBGAs/s72-c/saracen1.jpg
Infoteratas
http://www.infoteratas.com/2017/10/kelar-polisi-beber-sosok-pendonor.html
http://www.infoteratas.com/
http://www.infoteratas.com/
http://www.infoteratas.com/2017/10/kelar-polisi-beber-sosok-pendonor.html
true
4105805820566066428
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy