17 Tahun Bertugas Pamdal Ini Beber Peristiwa yang Baru Terjadi & Hanya Terjadi di Era Ahok


Infoteratas.com - Kegiatan gubernur DKI Jakarta selama di Balai Kota tidak pernah lepas dari peran pamdal.

Termasuk mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Gubernur Djarot Saiful Hidayat.
Saat menjabat, pria yang disapa Ahok itu berkantor di lantai dasar Balai Kota.

Seorang pamdal biasanya berjaga di depan pintu masuk ruang tamu yang menjadi akses menuju kantor Ahok.

Kali ini salah seorang pamdal, Sumarna, bercerita pengalamannya bekerja dengan Ahok dan Djarot.
"Dari tugas pamdal sendiri, kita ini kan ujung tombak. Kalau orang ada perlu apa-apa kan yang ditanya kami yang di depan."

"Tidak mungkin orang tahu-tahu ke ruangan Pak Ahok atau Pak Sekda. Nah Pak Ahok ini luar biasa, tamunya banyak sekali," ujar Sumarna di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (13/10/2017).

Tidak sedikit dari mereka yang ngotot ingin bertemu Ahok.
Sumarna biasanya hanya mengizinkan masuk tamu-tamu yang sudah ada dalam daftar kegiatan Ahok.
Hal yang bikin pusing kalau ada orang penting yang datang di luar jadwal.

"Yang susah ini kalau datang orang penting tapi di jadwal enggak ada. Secepat mungkin kita koordinasi sama ajudan atau di bagian penjadwalan," kata Sumarna.

Banyaknya tamu Ahok membuat pamdal harus gesit.
Sumarna harus lincah berkoordinasi sana sini agar bisa melayani tamu-tamu Ahok dengan baik.
Hal yang berkesan bagi dia adalah ketika pendukung Ahok dan Djarot "menyerbu" Balai Kota setelah kalah pilkada.
Ketika itu, Balai Kota memang dipenuhi para pendukung yang bersedih.

Sumarna mengaku kewalahan menghadapi warga.
"Kejadian itu di luar dugaan, padahal belum pengumuman resmi. Relawan penuh sampai ke gerbang depan, kita kewalahan."
"Saya lapor ajudan kalau orangnya banyak sekali, saya kirim video juga, Pak Ahok sampai tidak bisa masuk," kata Sumarna.

Akhirnya, ketika itu pamdal yang seharusnya sudah bisa pulang terpaksa bekerja lebih lama.

Sumarna dan tim pamdal lain akhirnya dibantu oleh Satpol PP dan polisi.
Sumarna sudah menjadi pamdal sejak Gubernur DKI masih dijabat Soejadi Soedirja.
Masa jabatan Soejadi Soedirja 15 Februari 2000 – 23 Agustus 2000.
Otomatis Sumarna sudah bertugas sebagai Pamdal 17 tahun.
Dia mengatakan peristiwa semacam itu baru terjadi pada era Ahok saja.

"Enggak pernah ada sebelumnya, baru Pak Ahok aja," kata dia.

Saat Djarot menjadi gubernur, Sumarna mengaku pekerjaannya jauh lebih ringan.

Hal itu karena Djarot tidak berkantor di ruangan Ahok sebelumnya.
Djarot lebih memilih menggunakan kantor lamanya di lantai 2.
"Pak Djarot pas datang lewat sini biasanya doorstop sama wartawan, setelah itu kan ke kantornya di lantai 2," kata dia.

Petugas Stasiun Relakan Pahanya Sebagai Tumpuan Para Penumpang Wanita, Pasti Sayang Keluarga
Dalam hitungan hari, selesai sudah periode pemerintahan Ahok dan Djarot.
Sumarna menyampaikan terima kasih kepada Jokowi, Ahok dan Djarot atas kinerja mereka semua.

"Itu satu periode tiga pimpinan yang menurut saya sudah maksimal membangun Jakarta," kata dia. (Kompas.com/Jessi Carina)

Berita ini sebelumnya telah dipublikasikan Kompas.com dengan judul: Kesan Pamdal Balai Kota DKI Melayani Ahok dan Djarot.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "17 Tahun Bertugas Pamdal Ini Beber Peristiwa yang Baru Terjadi & Hanya Terjadi di Era Ahok"

Posting Komentar