Terungkap Rahasia! Cerita Saksi, Detik-detik Joya Meregang Nyawa Setelah Dihadang massa 500 orang


Lokasi tempat warga membakar MA yang diduga mencuri ampli mushola, Muara Bakti, Babelan, Kabupaten Bekasi.

Infoteratas.com - Seorang pria, Muhammad Alzahra alias Joya (30 tahun) warga Kampung Kavling Jati, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, tewas dibakar hidup-hidup oleh warga. Joya dituduh mencuri amplifier atau pengeras suara di Musala Al-Hidayah, Hurip Jaya, Babelan, Kabupaten Bekasi pada Selasa (1/8) lalu.

Salah satu saksi mata, Noval menjelaskan kronologi kejadian pembakaran yang menewaskan Joya. Menurut dia, Joya lari dari arah jembatan yang terletak di Sasak Muara perbatasan Desa Suka Wangi dan Suka Tenang.

"Jadi ditangkap sampai jam 4 kurang dan dibakar jam 5-an. Diarak diseret satu jam. Nggak lihat diaraknya, tapi lihat pas dibakar. Masalahnya itu masjid yang kecolongan," kata Noval saat ditemui Republik.co.id, di lokasi kejadian pembakaran yang menewaskan Joya, Jumat (4/8).

Joya, kata dia sebelum tertangkap warga sempat melarikan diri dengan terjun ke kali untuk menyelamatkan diri, namun warga telah menunggu Joya di Sasak Muara.

Saat dihajar massa, lanjut dia Joya tidak melakukan perlawanan sama sekali. Dia juga mengaku mendengar banyak warga yang berteriak dan memprovokasi untuk melakukan tindakan brutal terhadap Joya. Dia menjelaskan, saat itu massa yang berkerumun di lokasi tempat kejadian sekitar 500 orang.

"Pelakunya lari kabur, dia dari kali. Pas dari kali udah ditungguin warga. Motornya ditinggalin di dekat sasak masjid. Ibaratnya dia ngiterin kali terus udah ditungguin warga pas naik kalimya. Pas dikeroyok banyak warga yang teriak "bakar aja". Sempat ada yang mau amanin tapi kalah jumlah," kata dia.

Menurut Noval, saat dihajar massa, Joya sempat berteriak bahwa dia tidak mencuri, namun diabaikan warga. Joya meninggal ditempat saat warga kehilangan kendali dan membakar hidup-hidup tubuh Joya. Jenazah, kata Noval diamankan polisi sekitar pukul 18.00 WIB, dan langsung dilarikan ke rumah sakit. "Pas dibakar masih nafas dia. Saat dibakar matinya. Pas dipukulin masih hidup.

Sempat juga dikeroyok. Ada yang bawa balok kayu, udah gak tega dah saya liatnya. Saya taunya udah kebakar doang. Yang dibakar sm sekali ga bersuara," kata Noval.

Joya yang diduga mencuri amplifier musala di Babelan, Kabupaten Bekasi menyebutkan tiga kata secara berulang-ulang.

Seperti dikutip dari Kompas.com, Joya berkali-kali mengatakan kalau dirinya bukan maling.
“Dia (pelaku) bilang kalau nggak maling. ‘Saya nggak maling’ dia seringnya bilang itu.”
Demikian penjelasan Noval seorang pemilik toko di Pasar Muara Bakti, Jumat (4/8/2017).

Noval menjadi saksi mata atas peristiwa tersebut.
Menurutnya, massa yang marah terus menghakimi dan tak percaya meski MA berulang kali mengatakan dirinya bukan maling.

Terdengar suara orang-orang yang menimpali di aksi main hakim sendiri 'maling mana ada mau ngaku'.
“Banyak juga warga yang teriak 'bakar aja, bakar aja.' Sempat ada yang mau amanin tapi kalah jumlah,” kata Noval.

Sebenarnya Joya awalnya akan dibawa ke balai desa untuk diamankan tapi jumlah warga yang ingin mengamankan pria tersebut kalah banyak dengan jumlah massa yang ingin menghakiminya.

Noval mengatakan kalau ia melihat Joya masih hidup saat dipukuli.
Joya dibakar massa sekitar pukul 17.00 WIB, polisi datang ke lokasi sekitar pukul 18.00 WIB dan tukang servis ampli ini sudah tewas. (TribunWow.com/Rimawan Prasetiyo)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Terungkap Rahasia! Cerita Saksi, Detik-detik Joya Meregang Nyawa Setelah Dihadang massa 500 orang"

Posting Komentar