Korban First Travel Ini Bongkar Harta Tersembunyi Andika Surachman & Aniessa Hasibuan, Ternyata!


Infoteratas.com - Puluhan calon jemaah umrah korban First Travel kembali mendatangi gedung Bareskrim Polri, kemarin (14/8). Mereka berasal dari berbagai daerah. Tujuan kedatangan itu untuk mempertanyakan nasib uang mereka yang telah disetor ke First Travel, biro perjalanan umrah milik pasangan suami istri, Andika Surachman dan Annisa Desvitasari.

Di antara mereka ada yang dari Bekasi, Bogor, dan Aceh. Mereka terlihat nongkrong di depan pintu masuk Bareskrim. “Kami ke kantor First Travel, tapi di sana sudah di-police line. Jadi kami disuruh ke sini,” ujar Desi, korban dari Aceh. Ia mengaku mengalami kerugian Rp130 juta.

Uang itu disetornya untuk umrah delapan orang, termasuk dirinya. “Kami daftar 2015, jadwal berangkat tahun ini. Tapi tidak ada kejelasan,” bebernya. Karena itu, ia dan tujuh korban lain menuntut pengembalian uang.

Kata Desi, customer sevice First Travel menjanjikan uang akan dikembalikan dalam waktu 90 hari. Namun setelah ditunggu 90 hari, Desi mengaku tak ada kabar berita. “Sudah dua kali jadwal pemberangkatan diundur. Uang kami juga tidak kunjung dikembalikan,” cetusnya.

Dia dan para korban lain mendesak penyidik Bareskrim Polri menuntaskan kasus tersebut dan mengupayakan pengembalian uang para korban. Ke mana larinya uang jemaah First Travel senilai Rp550 miliar tidak hanya diketahui Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan.

Komisaris First Travel, Kiki Hasibuan dan Manajer Keuangan First Travel sekaligus adik Anniesa juga diduga mengetahuinya. Sayang, hingga saat ini Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) belum meminta keterangan perempuan bernama asli Siti Nuraidah Hasibuan tersebut.

Agen First Travel berinisial DH menuturkan, sebenarnya operasional dari First Travel itu dikendalikan tiga orang, selain Andika dan Anniesa juga ada Kiki Hasibuan. Kiki ini adik kandung Anniesa yang menjadi Komisaris dan manajer keuangan di perusahaan yang diduga menjalankan skema ponzi tersebut. “Kiki ini yang aktif dalam grup agen untuk menawarkan dan memberikan penjelasan untuk setiap paket umrah,” tuturnya.

Posisinya yang rangkap sebagai komisaris dan manajer keuangan juga sangat berhubungan dengan keluar masuknya uang di First Travel. Karena itu, bila Bareskrim ingin memastikan ke mana uang jemaah itu tentu tidak salah jika memeriksa Kiki. “Kiki ini yang mengetahui soal uang ke mana,” jelasnya ditemui Jawa Pos di Graha Cempaka, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Kiki juga menjadi orang yang aktif dalam mengarahkan para agen untuk bisa menggaet jemaah. Terdapat sebuah grup khusus agen First Travel yang dijalankannya. Setiap pertanyaan dari agen, Kiki yang meresponnya. “Kalau ada yang protes-protes, Kiki ini juga yang mengeluarkan dari grup tersebut. Dia adminnya,” tuturnya.

Gaya hidup dari Kiki juga semewah Anniesa. Kerapkali dia mengunggah foto yang menunjukkan kekayaannya. Dalam salah satu foto, tampak Kiki sedang bergaya di depan sebuah mobil BMW Z4 yang ditaksir harganya hampir menyentuh Rp1 miliar. 

“Ini lihat fotonya, mobilnya mewah,” keluhnya sembari memperlihatkan foto Kiki.
Dia menduga gaya hidup Kiki yang begitu mewah itu berasal dari uang jemaah First Travel yang ditilapnya. “Dari mana lagi, dia kan hanya kerja di First Travel,” ungkapnya dengan rona wajah yang memerah sembari menyebut ada 120 jemaahnya yang hingga saat ini belum diberangkatkan First Travel.

Lelaki yang juga menjadi pelapor First Travel itu menuturkan, ada banyak rumah Andika yang disembunyikan. Setidaknya, ada dua rumah mewah yang diketahuinya, satu rumahnya di Sentul dan Cimanggis Depok. Kalau yang di Sentul itu dengan gaya Eropa dan pagarnya setinggi 2 meter. “Rumah itu baru saja dibeli, sebelum masalah First Travel muncul,” jelasnya.

Sementara Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto mengakui bahwa saat ini sedang mendata aset berupa tanah dan rumah yang dimiliki Andika dan Anniesa Hasibuan. “Ada banyak rumahnya, saya gak hafal,” tutur mantan Wakabaintelkam tersebut.

Selain aset tidak bergerak, Bareskrim juga ingin memastikan benarkan uang jemaah itu hanya tinggal Rp1,3 juta. Perlu untuk dilihat, apakah ada rekening lain atau justru uang mengalir ke perusahaan lainnya. “Kami lacak semua dulu,” ujarnya.

Yang juga penting, dia mengatakan bahwa ada banyak jemaah yang mempertanyakan kapan paspor bisa dikembalikan. Memang saat ini disita ribuan paspor, prosesnya akan dilakukan cek dan pendataan terhadap paspor tersebut. “Saya sempat ditelepon beberapa jemaah soal paspor, saya minta sabar. Nanti pasti dikembalikan,” tuturnya.

Bagaimana dengan perusahaan travel umrah lain yang diduga melakukan penipuan mirip First Travel? Setyo mengatakan, tentu akan dilihat perkembangan tersebut, namun posisinya soal umrah ada di Kementerian Agama (Kemenag) dan soal keuangannya ada di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Kalau Ada pidananya tentu kami tangani,” ujarnya.

Sementara Kuasa Hukum First Travel Eggi Sudjana mengakui sejauh ini kedua kliennya sama sekali belum bercerita ke mana uang jemaah tersebut. “Termasuk kemungkinan adiknya Anniesa, Kiki mengetahuinya. Saya belum bisa jelaskan banyak soal uangnya,” ungkapnya.

Rencananya, dalam waktu dekat Andika dan Anniesa akan melakukan gugatan praperadilan atas penetapan tersangka Dittipidum. Hal tersebut karena kasus tersebut seharusnya masih dalam ranah perdata, bukan dalam wilayah pidana. Namun, dipotong oleh Kemenag dengan mencabut izin sekaligus disambut dengan penetapan tersangka dari Bareskrim. (ran/idr/ce1)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Korban First Travel Ini Bongkar Harta Tersembunyi Andika Surachman & Aniessa Hasibuan, Ternyata!"

Posting Komentar