Gerindra Lepas Tangan, Koalisi Buruh Ngamuk Cabut Dukungan untuk Prabowo dan Gerindra. Nah Lo?!



Wakil Ketua DPR, Fadli Zon mengklarifikasi beredarnya salinan surat permohonan fasilitas ke KJRI New York di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 28 Juni 2016. Ia mengaku tidak pernah meminta Sekretariat Jenderal DPR untuk membuat surat permohonan penyediaan fasilitas dan pendampingan tersebut. TEMPO/Dhemas Reviyanto


Infoteratas.com - Arief Poyouno, Wakil Ketua Umum Partai  Gerindra, dilaporkan ke polisi oleh sejumlah aktivis PDI Perjuangan menyusul pernyataannya yang dianggap menyerang partai mereka. Terutama pernyataan Arief yang menyamakan PDIP dengan Partai Komunis Indonesia.

Kolega Arief di Partai Gerindra ternyata tak setuju dengan pernyataan Arief. Fadli Zon, yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, menyebut pernyataan Arief Poyuono terkait dengan PDIP beberapa waktu lalu bukanlah sikap dan pernyataan Partai Gerindra. Pernyataan itu, menurut Fadli, adalah pernyataan pribadi. 

“Pertama, perlu ditegaskan bahwa Gerindra selalu menghormati dan berusaha menjaga hubungan baik dengan semua partai politik,” kata Fadli dalam keterangan tertulis yang diperoleh Tempo, Rabu, 2 Agustus 2017.

Meski berkompetisi secara elektoral, menurut Fadli, Gerindra menganggap PDIP—juga partai-partai lain—sebagai mitra dalam berdemokrasi. "Sebagai mitra, tentu ada fatsun yang harus dijaga dalam berkomunikasi, dan kami menjunjung tinggi hal itu. Ketua Umum kami, Pak Prabowo, sangat memperhatikan kasus yang seharusnya tak perlu terjadi ini.”

Fadli mengatakan pernyataan Arief Poyuono yang dianggap tak pantas dan menyerang PDIP itu sifatnya pandangan pribadi, jadi tidak mewakili sikap dan pandangan partai.

“Sebagai partai di luar pemerintahan, Gerindra tentu sering mengkritik dan mengoreksi pemerintah. Untuk menjalankan fungsi kontrol, kami memang harus selalu kritis terhadap pihak pemerintah demi check and balances," ucap Fadli 

Namun, menurut Fadli, obyek kritik Gerindra adalah kebijakan, bukan pribadi orang atau organisasi. "Kami menyayangkan Saudara Arief. Partai akan menegur yang bersangkutan terkait dengan persoalan ini. Ia harus mempertanggungjawabkan ucapannya.”

Fadli menegaskan, Partai Gerindra tetap pada pendirian bahwa ketentuan mengenai angka presidential threshold 20 persen dalam pemilu serentak 2019 memang menggelikan.

Ketentuan itu telah mengebiri hak berdemokrasi rakyat yang secara tegas telah dijamin konstitusi, terutama Pasal 6A Undang-Undang Dasar 1945. Pandangan Gerindra mengenai hal itu tak berubah. "Karena itu, Gerindra akan mendukung setiap elemen masyarakat yang melakukan uji materi atas ketentuan presidential threshold 20 persen itu. Semoga saja hakim MK tetap istikamah sebagai pengawal konstitusi," tutur Fadli.


Demi Arief Poyuono, Koalisi Buruh Cabut Dukungan untuk Prabowo dan Gerindra

Koalisi Buruh Bersatu  Nasional ( FSP BUMN Bersatu ,GSBMI,FSPTN,FSPBUN,GSPP,FSP Mandiri ,Federasi Serikat Buruh Tambang Serikat ,APPKSI,SPTN ,FSB-Perkapalan) 

Dengan Hormat 

Bersama ini kami dari Koalisi Buruh Bersatu Nasional menyatakan keprihatinan atas lepas tangannya Gerindra terhadap polemik PDIP -Arief Poyuono ,Dimana Arief Poyuono merupakan Tokoh Buruh yang Sangat kami andalkan Dalam Perjuangan Kami selama ini telah di Khianati oleh Partai Gerindra Terkait Pernyataan Arief Poyuono yang membela Marwah Partai Dan Ketua Umum Gerindra yang di Kritik Dan Dibully oleh Sekjen PDI Perjuangan  Akibat Pernyataan Prabowo di Cikeas yang mengatakan UU Pemilu adalah lelucon Politik Dan Nipu Rakyat 

Dengan ini Kami sampaikan beberapa Hal 

1. Bahwa nyata benar Partai Gerindra tidak membela Tokoh Buruh Kami yang selama ini selalu membela Dan memperjuanglkan Kami 

2, Makin Sangat Jelas Partai Gerindra pun tidak melakukan Advokasi kepada Kawan Kawan Buruh Saat dikriminalisasi oleh Pemerintahan Joko Widodo pada Aksi Tolak PP 78 Oktober 2015 hingga Kawan Kawan Kami menghadapi Persidangan ,Dan Arief Poyuono justru banyak membantu Dan mendukung  Untuk kebebasan Kami kawan kawan jamj di PN Jakarta Pusat 

3. Kami saat Pemilu 2014 Dan Pilpres 2014 secara Jelas Dan nyata memberikan dukungan penuh pada Gerindra Dan Prabowo dikarenakan Himbauan dan konsolidasi yang dilakukan oleh Arief Poyuono ,Dan Mulai Hari ini Dengan melihat ketidak berpihakan Prabowo Dan Gerindra kepada Arief Poyuono selaku Kawan Kami Dan pejuang Kami Maka Kami menarik semua dukungan dari Partai Gerindra Dan Prabowo 


4. Kami serukan pada Kawan Kawan Buruh seluruh Indonesia Untuk Tidak lagi mendukung Dan memilih Gerindra Dan Prabowo pada Pemilu 2019 . 

Demikian himbauan Kami sampaikan kepada Kawan Kawan Buruh 

*Hidup Buruh ,Buruh Bersatu Cabut dukungan dari Gerindra Dan Prabowo 

Tri Sasono 
Kordinator KSBN 
+62 878-7676-8033


Infoteratas.com

Berita Diatas Sudah Tayang di Tempo.co Dengan Judul "Gerindra Lepas Tangan Soal Pernyataan Waketumnya yang Serang PDIP  dan di Rmol.co Dengan Judul "Demi Arief Poyuono, Koalisi Buruh Cabut Dukungan untuk Prabowo dan Gerindra"



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Gerindra Lepas Tangan, Koalisi Buruh Ngamuk Cabut Dukungan untuk Prabowo dan Gerindra. Nah Lo?!"

Posting Komentar