Setelah Janji Soal KJP dan KIP Sekaligus Dibatalkan. Kini Anis-Sandi Batalkan Lagi Program Ini. Simak!


Infoteratas.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Terpilih, Sandiaga Uno mengatakan akan membatalkan rencana membuat pojok taaruf atau perjodohan di ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA).

Sandiaga Uno mengatakan bahwa masalah perjodohan merupakan ranah pribadi. Menurutnya masalah tersebut bisa dilakukan pada sektor privat bukan sektor pemerintahan. "Jadi apa yang pernah kami sampaikan waktu itu tidak menjadi prioritas," kata dia, Rabu, 7 Juni 2017.

Sandiaga Uno mengatakan dia akan mendukung langkah Pelaksana tugas Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat yang melarang RPTRA dijadikan tempat mojok atau pacaran. "Apa yang Pak Djarot lakukan sekarang saya dukung deh. Begitu deh dari pada ribut gitu," kata Sandiaga.

Sebelumnya Djarot Saiful Hidayat melarang RPTRA dijadikan tempat mojok atau mencari jodoh dan acara keagamaan. Menurut dia, RPTRA memiliki simbol dan fungsi bagi masyarakat dari kalangan mana pun. "Masyarakat bisa berkumpul apa pun agamanya, apa pun sukunya, apa pun latar belakangnya," ujarnya.

Meski begitu, Djarot tidak melarang masyarakat menggelar resepsi atau syukuran. RPTRA boleh dipergunakan untuk kegiatan masyarakat yang bisa merangkul semua kalangan. Dengan begitu, masyarakat bisa saling kenal satu sama lain. RPTRA, kata Djarot, juga bisa digunakan sebagai tempat pelatihan masyarakat.

Janji Anies-Sandi soal KJP dan KIP Sekaligus, Resmi Dibatalkan

Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan saat kampanye berjanji, warga Jakarta penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) bisa mendapat Kartu Indonesia Pintar (KIP) sekaligus. Kini, tim sinkronisasi Anies-Sandi membatalkan janji itu.


Jika penerima KJP dapat KIP sekaligus, maka hal itu melanggar Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Edriana Noerdin, anggota tim sinkronisasi Anies-Sandi bidang kesejahteraan rakyat mengatakan, pihaknya menghindari adanya double budget.


Itu yang akan dihindari double budget. Jadi kita tidak akan melakukan double budget," kata Edriana di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin 22 Mei 2017.


Upaya yang dilakukan tim sinkronisasi hanya menyelaraskan sistem KJP dan KIP. Misalnya, lanjut Edriana, KJP yang kini dinamai KJP Plus, dapat tarik tunai.

"Jadi sistemnya yang diselaraskan, tapi anggarannya dia enggak boleh dapat anggaran double," ucap dia.

Sebelumnya, Anies pernah berjanji pada warga bahwa manfaat KJP akan ditambah. Salah satunya, penerima KJP bisa juga mendapat KIP sekaligus.


"Jika saya terpilih, warga Jakarta bisa menerima bantuan dari KJP sekaligus KIP. Kedua program itu kami integrasikan menjadi yang namanya KJP Plus," kata Anies saat blusukan di Kecamatan Koja, Jakarta Utara, 8 November 2016.


(tempo.co.id/metrotvnews.com)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Setelah Janji Soal KJP dan KIP Sekaligus Dibatalkan. Kini Anis-Sandi Batalkan Lagi Program Ini. Simak!"

Posting Komentar