Negara Luar Angkasa, Ternyata Ini Tujuan Hijrah Ribuan WNI


Infoteratas.com - Katakanlah ini sebuah khayalan besar. Tapi lahir dari buah pikiran ilmuwan Rusia -- untuk mendapati kehidupan yang bebas dari rasa frustasi di bumi.

Negara pertama di ruang angkasa itu masih sebuah konsep angan-angan. Meski konsepnya lahir dari buah pikiran ilmuwan Rusia, Igor Ashurbeyli -- yang sekaligus mengklaim sebagai pendiri negara pertama di antariksa yang diberi nama ”Negara Asgardia.”

Bulan lalu, Igor Ahusrbeyli mencetus konsep negara baru yang berlokasi di luar angkasa. Sejak itu ratusan ribu penduduk bumi mendaftarkan diri menjadi warga pertama di Asgardia, termasuk orang Indonesia yang ingin hengkang dari bumi persada Nusantara -- hijrah berdomisili di ruang angkasa di negara baru Asgardia.

Dari laman resmi Asgardia, Rabu (26/7) setidaknya ada 5.978 warga Indonesia yang mendaftarkan diri. Sebanyak 84 persen warga Indonesia yang mendaftarkan diri adalah laki-laki dan 16 persennya adalah wanita.

Dari peta yang ada di laman web-nya, tampak persebaran pendaftar di Indonesia dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Denpasar, Yogyakarta, Bekasi, Banjarmasin, Makassar, Gorontalo dan kota-kota lain di Pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan.
Khusus Jakarta, ada 855 orang yang mendaftarkan diri. Disusul Bandung dengan 343 orang, Surabaya sebanyak 248 orang, Tangerang sebanyak 240 orang dan Bekasi ada 231 orang.

Bukan cerita komik
Mimpi tinggal di ruang angkasa adalah fenomena yang realitas. Bukan cerita komik. Negara Asgardia memikat penduduk dunia lantaran sebagian orang berandai-andai mendapati solusi kehidupan tanpa kekisruhan. Semua karena rasa jenuh yang menggumpal di bumi dihimpit perubahan iklim yang makin ekstrim yang berujung bencana alam. 

Selain itu, dunia seakan terbiasa manusia berkecamuk. Perang dingin rudal dan nuklir, sengketa perdagangan, manipulasi produk makanan, resesi ekonomi, hingga epidemi virus-virus penyakit baru. Belum lagi prilaku para pemimpin yang jauh dari suri tauladan. Yang ada orang bukan menghirup kesejukkan udara, tetapi malah rasa sesak di dada. Frustasi. Meski rumus hidup di dunia sesungguhnya memang selalu mendapati rintangan/ujian dan tantangan.

”Namun tak semua orang yang cerdas otaknya dibarengi juga oleh kecerdasan hatinya -- yang bisa menikmati ujian dan tantangan hidup di dunia. Sehingga seharusnya tak ada kata frustasi yang menggumpal di dunia. Tawakal saja, berlapang dada,” tukas Kyai Sadelli, asal Sukabumi, Jawa Barat.

Tetapi Asgardia sudah begitu menggoda. Asgardia diklaim akan menjadi negara pertama di luar angkasa. Meski pun ilmuwan asal Rusia, Igor Ashurbeyli mengaku sebagai pendiri, namun Asgardia belum resmi berdiri.

Biar begitu,”pemerintah” negara tersebut sudah mengadakan proses seleksi calon penduduk. Mereka memperkenankan siapa pun penduduk di muka bumi dari semua negara dipersilahkan untuk mendaftar ke negara antariksa ini, lewat seleksi secara on-line.
Data sementara hingga 26 Juli kemarin, sudah ada 270 ribu penduduk bumi yang mendaftarkan diri. Menurut informasi yang dilansir laman resmi Asgardia, Kamis (27/7), bahwa ada 5.978 WNI yang mendaftarkan diri menjadi Asgardian -- julukan untuk calon warga negara tersebut.

Negara itu akan berlokasi di luar angkasa dengan wilayah berupa wahana raksasa. Seperti dilansir laman The Sun, Rabu (14/6), meski belum berdiri secara resmi, "pemerintah" Asgardia sudah melakukan proses seleksi calon penduduk.

Ada syarat tertentu bagi yang ingin menjadi warga negara Asgardia. Pemerintah Asgardia tidak bisa merekrut warga negara yang enggan berbagi informasi data diri secara transparan. Syarat lain ; tidak dapat mendaftarkan warga negara dari hewan dan robot.
Bagi yang direkrut sebagai warga, mereka akan mengantongi sertifikat Asgardia dan resmi menjadi Asgardian (julukan warga negara Asgardia), tetapi tetap memiliki status dwi-kewarganegaraan.

Layaknya negara-negara di bumi, Asgardia juga akan membentuk pemerintahan demokrasi berdasarkan hukum. warga negara Asgardia -- yang mana para pendaftar diminta turut andil memberikan suara demi sistem perumusan dasar konstitusi negara tersebut.

Tujuan negara ruang angkasa
Tujuan dibangunnya Asgardia didasari tiga asas utama dari aspek ilmu alam dan teknologi. Pertama, Asgardia didirikan untuk menjamin kehidupan antariksa secara damai. Kedua, Asgardia hadir untuk melindungi bumi dari ancaman objek luar angkasa seperti komet dan badai panas mataharn. Ketiga, Asgardia juga akan menciptakan ilmu pengetahuan luar angkasa untuk berbagi ke negara-negara berkembang yang belum memiliki akses.

Prihal deskripsi tempat tinggal wahana Asgardia akan mengambil konsep desain futuristik, layaknya pesawat luar angkasa megah di film-film science fiction. Wahana tersebut bisa menampung setidaknya 150 juta jiwa, dan dirancang oleh ahli-ahli antariksa dari Kanada, Rumania, Rusia, dan Amerika Serikat. Wow mungkin pantas disebut ”negara kolaborasi cabang bumi.”

Igor Ashurbeyli mengatakan, Asgardia diambil dari wilayah hunian para dewa Nors, yakni Asgard. Nama ini juga hadir sebagai kota fiktif yang ada di film Thor. Menurutnya, Asgardia akan menjadi wilayah yang demokratis, warga negara pun diberikan kebebasan untuk berkreasi dengan teknologi buatan mereka.

Kalau pun terwujud -- masih butuh jalan panjang agar Asgardia bisa berdaulat di tata surya dan diakui negara-negara di bumi. Untuk perjuangan ini, Igor Ashurbeyli akan membawa proposal Asgardia untuk didaftarkan menjadi sebuah negara ke Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).

Ditulis oleh: Yusran Edo Fauzi/Jitunews.com


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Negara Luar Angkasa, Ternyata Ini Tujuan Hijrah Ribuan WNI"

Posting Komentar