Empat tahun investasi tanah ke Yusuf Mansur, BMI ini mengeluh tak dapat apa-apa. Selanjutnya ini yang terjadi!


Infoteratas.com - Seorang BMI Hong Kong berinisial Siti M sudah mengeluhkan investasi tanah yang disebut 'nabung tanah' bersama Ustadz Yusuf Mansur.

Kejadian dimulai sekitar empat tahun yang lalu, dalam sebuah acara yang diadakan oleh organisasi 'dakwah' mengundang Ustadz Yusuf Mansur bertempat di Southorn Stadium, 130-150 Hennessy Rd, Wan Chai, Ustadz Yusuf Mansur dan organisisi Majlis Dzikir Ilham mengajak para hadirin berinvestasi 'tanah'.

"Cukup banyak jamaah yang ikut asok duit saat itu, dan kami hanya diberi kwitansi (dalam gambar-red) ini". Kata Siti

Kwitansi yang tidak tertanggal dan tidak tertulis siapa penerima dan tanpa cap perusahaan investasi itu diterima Siti dan kawan kawan setelah membayar uang "investasi tanah" sebesar HK$1500,-

Menelisik kwitansi tersebut, by the law kiranya tidak dapat dikaitkan dengan Yusuf Mansur ataupun perusahaanya.

Namun dalam screen shot percakapan yang terbaru, Siti memperoleh ketegasan dari seseorang tokoh organisasi dakwah yang bernama Bunda Nuris yang pada saat itu dia adalah orang yang menerima uang dan menerbitkan kwitansi tersebut.

Bahwa transaksi uang tersebut adalah untuk investasi tanah dan uangnya tidak akan hilang atau ada yang bertanggung-jawab.

Mempersoalkan kwitansi yang tidak bercap perusahaan dan tidak bernama siapa penerimanya ini Bunda Nuris mengatakan transaksi ini investasi jangka panjang "kwitansi itu sudah bukti kuat, dan disimpan mawon"

Layakkah sebuah transaksi investasi jangka panjang hanya kwitansi seperti itu? Sepanjang apa dan samapi kapan?

Kepada Kindo Siti mengatakan, bahwa jika uang itu sebagai investasi (tabungan tanah) maka perlu penjelasan lanjut di mana letak tanahnya, dan mendapat seberapa keuntunganya selama empat tahun ini.

"Masak selama empat tahun hanya pegang kwitansi tanpa tindak lanjut dan penjelasan?, apakah investasi seperti ini abal-abal atau nyata?". Pertanyaan Siti. " Dan apakah benar-benar perusahaan investasi yang dikelola Yusuf Mansur yang menagani?". Lanjutnya.

Siti tidak tahu berapa ratus orang yang ikut investasi "nambung tanah" pada saat itu, karena sesama BMI kebanyakanya hanya kenal-kenal sekilas dan Siti tidak menghitungnya.

"Pokoknya banyak sekali". Kata Siti.

"Mungkin para BMI yang ikut investasi akan muncul ke permukaan dan bersamaa sama memberikan testimony untuk meminta pertanggung-jawaban". Tulis Siti 30/06/2017 melalui Whatsapp.

Sumber lain mengatakan, pada umumnya BMI di Hong Kong (dan lainya) sangat rawan menjadi target penipuan berkedok investasi abal-abal dan juga penggalian dana / donasi dengan berkedok dakwah / sedekah.

Sementara UstadzYusuf Mansur sendiri menjawab pemberitaan ini melalui akun instagramnya dalam berikut ini.

Saya msh di Lombok. Sesaat lagi terbang ke Jkt. Dari Bima. Besok insyaaAllah ke Hongkong. Buat kwn2 media sana, media BMI Hongkong, yuk kenalan dg saya. Tak kenal maka tak sayang. Mksh banyak. InsyaaAllah ke depan kwn2 media di Hongkong malah jd mitra terbaik saya dan kwn2 pengajian sana, u/ membangun dan mengembangkan kwn2 BMI Hongkong. Tanpa buruk sangka. Dan satu sisi, saya setuju. Harus ada informasi bagus dan baik. Untuk kwn2 BMI dan pengajaran. Jgn sembarangan investasi. Sayang. Udah kerja cape2, malah ketipu. .
.
Oke ya? Saya tunggu. Yg merasa2 ditipu dan khususnya u/ media, lsg jemput aja saya di bandara Hongkong. Daripada cari2 sumber lain, lsg ke saya aja. Oke? Mksh ya. Ini pengumuman terbuka. Semoga tersampaikan ke orang2 dimaksud.
.
.
Nanti flightnya saya upload jelang berangkat. Dipantau aja.
.

Syukran.
.


Saya msh di Lombok. Sesaat lagi terbang ke Jkt. Dari Bima. Besok insyaaAllah ke Hongkong. Buat kwn2 media sana, media BMI Hongkong, yuk kenalan dg saya. Tak kenal maka tak sayang. Mksh banyak. InsyaaAllah ke depan kwn2 media di Hongkong malah jd mitra terbaik saya dan kwn2 pengajian sana, u/ membangun dan mengembangkan kwn2 BMI Hongkong. Tanpa buruk sangka. Dan satu sisi, saya setuju. Harus ada informasi bagus dan baik. Untuk kwn2 BMI dan pengajaran. Jgn sembarangan investasi. Sayang. Udah kerja cape2, malah ketipu. . . Oke ya? Saya tunggu. Yg merasa2 ditipu dan khususnya u/ media, lsg jemput aja saya di bandara Hongkong. Daripada cari2 sumber lain, lsg ke saya aja. Oke? Mksh ya. Ini pengumuman terbuka. Semoga tersampaikan ke orang2 dimaksud. . . Nanti flightnya saya upload jelang berangkat. Dipantau aja. . Syukran. . . #SayaTetapYusufMansurYangDulu. 😊🤗
A post shared by Yusuf Mansur (@yusufmansurnew) on






Subscribe to receive free email updates: