Amin Rais 'Banditnya' Nur Alam, Bukan Ahok?

Infoteratas.com -  Amin Rais Sebut Ahok Bengis, Beringas, dan Hampir Menyerupai Bandit? Penyidik KPK resmi melakukan penahanan terh...


Infoteratas.com - 

Amin Rais Sebut Ahok Bengis, Beringas, dan Hampir Menyerupai Bandit?

Penyidik KPK resmi melakukan penahanan terhadap Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam. Dia merupakan tersangka kasus dugaan korupsi di balik penerbitan surat keputusan (SK) dan izin terkait sektor sumber daya alam.

"KPK melakukan penahanan terhadap tersangka NA (Nur Alam, Gubernur Sulawesi Tenggara) untuk 20 hari ke depan terhitung mulai hari ini di Rumah Tahanan Negara Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK yang berlokasi di Pomdam Jaya Guntur," tutur Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Rabu (5/7/2017).

Sebelumnya KPK  menetapkan Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam (NA) sebagai tersangka dugaan suap. Kasus yang menjerat Nur Alam yakni terkait pemberian izin pertambangan yang tidak sebagaimana mestinya.

"Kita menemukan tindak pidana korupsi dalam sejumlah izin usaha pertambangan di Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2009-2014, penyidik KPK telah menemukan dua alat bukti dan sedang diperbanyak lagi sekarang, menetapkan NA Gubernur Sulawesi Tenggara sebagai tersangka," kata Pimpinan KPK Laode M Syarif saat menggelar konferensi pers di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (23/8/2016).

"Tersangka NA ini diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum dan menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi," jelasnya.

Akibat perbuatannya, Nur Alam yang merupakan kader PAN Sultra disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU no 31 tahun 1999 tentang tindak pidana pemberantasan korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU no 20 tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Menarik karena Gubernur Sulawesi Tenggara ini adalah bahagian dari Partai Amanah Nasional yang di komandani oleh sesepuhnya Amin Rais, Korupsi yang langsung menggerogoti kekayaan Negara yang tersimpan didalam bumi dengan metode pertambangan.

Sungguh sangat memalukan kader PAN atau anak buah Amin Rais ini telah melakukan tindak korupsi, sementara Ain Rais menengarai Gubernur DKI Ahok sebagai seorang yang harus dihabisi, entah disebabkan oleh apa tidak jelas, bahklan mengatakan hampir menyerupai Bandit, betapa kasarnya pernyataan itu.

Tudingan Amin Rais kepada Ahok justru kini terbukti dijalani oleh Kader PAN nya sendiri, yang dengan mudah hanya memanfaatkan dan mempermainkan ijin pertambangan saja. Tindakan Korupsi yang paling gampang tak perlu rekayasa, hanya perlu memanfaatkan dan menyalahgunakan jabatan yang disandangnya.

Apa kriteria Amin Rais dalam rangka memilih kader kadernya untuk direkomendasika menjadi seorang Pemimpin ?, sehingga diperoleh hasil Pemimpin yang demikian kelakuannya, oleh sebab itulah kesalahan penilaian ini tentu menggambarkan kemampuan Amin Rais dalam memberikan analisa dan keputusann dan pendapatnya.

Validitas seorang Amin Rais jelas telah terdegradasi secara signifikan, entah memang sudah tidak mampu berfikir karena sudah uzur, ataukah memang kemampuan berfikirnya hanya sampai tingkat seperti itu. Namun yang jelas Amin Rais sudah tidak lagi hidup dizamannya seperti dulu, kini zaman sudah berganti dengan rona kehidupan yang berbeda.

Maka sudah pantaslah kalau pendapat Amin Rais dan kerangka berfikir, sekaligus analisanya sudah tidak lagi mampu memberikan hasil yang tidak sesuai lagi dengan zaman kini, sudah terasa Kuno.

Perubahan zaman yang demikian cepat telah meninggalkan para tokoh masa lalu, tertinggal berceceran dibelakang kemajuan zaman, kekinian sungguh sesuatu yang asing dan absurd buat mereka dan kehidupannya, wajar apabila setiap pendapatnya menjadi sumbang ditengah tengah rancaknya gairah perubahan zaman.

Sebut saja para pemimpin yang sudah uzur akan membawa pola pikir kuno yang sudah tidak lagi sesuai zamannya, seperti contoh lembaga BPK yang dikomandani oleh seorasng tokoh tua yang menjalankan lembaganya, sudah tidak mampu mengikuti irama kehidupan kini.

Sulawesi Tenggara adalah salah satu Daerah Tingkat I yang menyandang penilaian BPK Wajar tanpa pengecualian 3 kali berturut turut, bagaimana ini bisa terjadi, sementara jelas penyelewengan yang dilakukan adalah perijinan didunia pertambangan, yang jelas jelas merupakan sektor paling mencolok dan paling mudah menemukan penyelewengan atau ketidak wajaran prosesnya.

Oleh sebab itulah kita kini harus segera beranjak untuk menggunakan kerangka berfikir kekinian dan dengan tegas meninggalkan kerangka berfikir lama yang sudah tidak lagi sesuai dengan zamannya.

BPK, Amin Rais, dan orang tua masa lalu yang tidak mau mengikuti perubahan zaman, segera meninggalkan kerangka berfikir lama untuk menggantikan dengan kerangka berfikir baru, atau lebih baik mereka ini dengan legowo menimang cucu dirumah dan berkonsentrasi menambah amal ibadah mendekatkan diri kepada Tuhan, untuk mempersiapkan diri ke hadapannya.

Tidak usah merasa perlu dan jumawa, seolah masih menjadi pemimpin yang ditunggu pendapatnya, itu hanya akan memperjelas kehadirannya sudah tidak lagi diperlukan dan dikehendaki masyarakat masa kini.

Yang terlihat hanya lucu dan ironis, layaknya seorang tua yang mengidap penyakit " Pos Power Syndrome" kelakuan yang hanya memenuhi kebutuhan psikologinya saja, yang sebenarnya sama sekali tak digubris dan didengar.

Masa kini adalah milik para pemimpin masa kini, masa datang adalah milik generasi mendatang yang bertangungjawab membawa bangsa ini tetap survive ditengah tengah perubahan zaman.



Merdeka ! Merdeka ! Merdeka !



Kompasianer Zen Muttaqin

COMMENTS

Nama

9 naga,1,Adu Panco,1,afi,19,agama,3,ahmad dhani,104,AHOK,454,AHY,44,alexis,3,AmienRais,19,Anies,110,antasari,2,Arcandra,1,Ari Wibowo,5,Ario,4,ario kiswinar,5,artikel,1,ayu tt,6,azizi travel,2,banjir jakarta,2,Berita,639,berita hiburan,5,berita unik,145,bom,10,Budayawan,1,Budi Gunawan,1,buni yani,26,bunuh diri,17,caisar,2,debat pilkada,6,deddy corbuzier,5,demo ahok,21,demo jokowi,2,demo kspi,8,demokrat,2,Djarot,4,DKI,6,DPR,3,Ekonomi,1,entertaiment,331,Fadli Zon,46,Fahri,41,first travel,56,fpi,378,freeport,2,FrontBetawi,3,geby,3,gerindra,10,gibran,15,Golkar,2,Habibrizieq,52,Habiburokhman,2,hari tanoe,1,hate speech,70,headline,1,hoax,3,Hukum,15,Ibu Eni,1,Indro Warkop,1,info sehat,1,infrastruktur,1,internasional,45,intoleransi,1,inul,4,Irmangusman,1,Islami,5,isu PKI,3,IwanFals,1,Jakmania,8,jogja,1,JOKOWI,231,jonru,66,jupe,15,jusuf kalla,5,kaesang,52,kahiyang,17,Kapolri,17,kasus ahok,16,kasus antasari,3,kasus buni yani,10,kasus dwi,4,kasus eggy sudjana,6,kasus ektp,12,kasus habib rizieq,173,kasus HT,12,kasus makar,20,kasus mirna,1,kasus pancasila,1,kasus reklamasi,2,kasus siti,3,kasus sumber waras,3,kecelakaan,14,kecelakaan kapal,2,Kemang,1,KIP,1,kisah,4,Kontroversi,20,kpk,29,kriminal,74,lion air,2,loker,1,Lulung,7,maia,10,Marioteguh,10,marissa,10,mbah mijan,1,menpora,2,menteri susi,13,mudik2017,3,MUI,14,nasdem,1,Nasib Guru,3,nasioanal,2,Nasional,867,nasional. pilgub dki,2,naso,1,news,143,nikita,6,NU,20,Nusronwahid,2,ojek online,1,olahraga,10,opick,6,pan,9,paradise papers,4,PDIP,20,pedofil,3,pembunuhan,2,Pilgub DKI,175,pilih,1,pilpres 2019,2,Pilpres 2019 Golkar,2,PKS,12,polisi,2,politik,1028,prabowo,4,PRESTASI AHOK,1,Ragam,43,raja arab,22,Ratna Sarumpaet,13,razman,5,ridwan kamil,12,rina,1,Risma,3,rohingya,5,rosita,13,Ruhut,4,Saipul Jamil,2,sam aliano,1,sandi,12,sandiaga,90,Sanusi,2,saracen,68,SBY,71,sejarah,3,sepak bola,7,setnov,19,sidang ahok,50,sri mulyani,2,Sumber waras,2,Susi,3,Syafi'i,1,Taufik,1,Tax amnesty,4,Teman Ahok,3,tips,6,Tito,2,TKW,1,TKW SRI,1,tren,1,trending topik,392,tv one,8,uang,1,Umum,1,Vaksin Palsu,4,Yusril,3,
ltr
item
Infoteratas: Amin Rais 'Banditnya' Nur Alam, Bukan Ahok?
Amin Rais 'Banditnya' Nur Alam, Bukan Ahok?
https://2.bp.blogspot.com/-zz5SHKJnWrw/WV2c3xTH1cI/AAAAAAAAJkc/iQyvZ7bTQPo95n6nAGPoItqcXyBfXOcLACLcBGAs/s640/amin2.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-zz5SHKJnWrw/WV2c3xTH1cI/AAAAAAAAJkc/iQyvZ7bTQPo95n6nAGPoItqcXyBfXOcLACLcBGAs/s72-c/amin2.jpg
Infoteratas
http://www.infoteratas.com/2017/07/amin-rais-banditnya-nur-alam-bukan-ahok.html
http://www.infoteratas.com/
http://www.infoteratas.com/
http://www.infoteratas.com/2017/07/amin-rais-banditnya-nur-alam-bukan-ahok.html
true
4105805820566066428
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy