Viral Pembeli Bayar Harga Selangit Makan Lesehan di Malioboro Jogjakarta, Lesehan Ini Langsung Ditutup Paksa


Infoteratas.com - Warung lesehan di jalan Malioboro ditutup paksa oleh petugas Unit Pelaksana Teknis Malioboro Yogyakarta karena terbukti menerapkan harga sewenang-wenang.

"Kami tutup paksa sejak kemarin malam (27 Juni 2017), dilarang jualan lagi sampai batas waktu belum ditentukan," ujar Koordinator Keamanan dan Ketertiban Unit Pelaksana Teknis Malioboro Yogyakarta Ahmad Syamsudi kepada Tempo, Rabu 28 Juni 2017.

Warung lesehan yang menjual menu masak goreng dan bakar itu sempat viral di media sosial karena harganya yang tak wajar. Dari bon pembayaran yang diunggah tercantum empat potong ayam goreng dihargai Rp 120 ribu, dua porsi nasi gudeg Rp 90 ribu, dua gelas es jeruk Rp 18 ribu, empat gelas teh manis Rp 32 ribu. Dalam bon itu total harga yang harus dibayar pengunjung untuk sembilan item menu yang dipesan hampir Rp 490 ribu termasuk pajak 10 persen.

"Harga yang diterapkan warung itu sudah masuk kategori ngepruk (memukul), enggak wajar karena selisihnya dengan daftar harga resmi yang dicantumkan sangat jauh," ujar Ahmad.

Pihak UPT Malioboro langsung bergerak begitu ada aduan pengunjung ke petugas Jogoboro atau Jaga Malioboro yang sedang berpatroli. Pemilik lesehan pun langsung dibawa ke kantor UPT Malioboro dan dimintai keterangan. Dinilai terbukti melanggar kesepakatan soal harga, pihak UPT langsung menutup lesehan itu.

"Kami tak sita barang dagangannya, tapi tak boleh membuka lagi warungnya sampai ada evaluasi di tingkat pemerintah," ujarnya

Ahmad menuturkan, pihak UPT Malioboro sebenarnya masih bisa mentolerir jika pedagang lesehan Malioboro menaikkan harga pada libur lebaran ini asalkan tetap dalam batas wajar atau tak lebih dari 25 persen dari harga tercantum. Misalnya segelas es teh pada hari biasa Rp 3 ribu, saat liburan lebaran menjadi Rp 4 ribu.

"Lha warung ini menaikan harga untuk segelas es teh atau es jeruk sampai Rp 9 ribu. Ini enggak wajar," ujar Ahmad.

Penutupan paksa tersbut dinilai sebagai langkah terakhir yang harus dilakukan. Sebab, warung tersebut sudah berkali kali diperingatkan sejak dua lebaran terakhir. "Kami sedang usulkan pencabutan izin usahanya, sekarang lapaknya masih kosong tak boleh diiisi dan dijaga petugas," ujar Ahmad.

Ahmad menambahkan, para pedagang lesehan Malioboro wajib mencantumkan daftar harga makanan resmi untuk menjaga kenyamanan wisatawan.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X sebelumnya sudah meminta para pedagang khususnya di jalan Malioboro agar tidak seenaknya menaikkan harga pada masa libur lebaran. "Jangan karena lagi ramai harga dinaikkan seenaknya," ujar Sultan.
Tanggapan para pengguna Facebook... 

 Kafi Abdul: wes roso kaki lima harga bintang lima, pedagange pancen ngeten Dienda Aguienda Gk normal itu mz msak ayam goreng 30rb plih mkan d MCD/KFC 

 Emen Vida: Kalau di mbah cemplung niku wajar he2..ampun kaget Ayahe Rendra Qilla T4 mbah cempluk udah ada daftar harganya jadi udah jelas. 


 Malikun Karburatordijogja: Budayakan tanya sebelum order. Saya orang JOGJA saja sudah biasa di "PENTHUNG" Agus Fadlan Fuadi Es teh/ jeruk 9000 ya?? Manteb.. 


Saverio : Sik tak ngetung duitq cukup ra go jajan neng kono.....kog Malah melu cemekut sirahq....... 


Rian Adi Prasetya : Sik protes amarga rego kui ketok mung isoh ngomong tp ra mudeng usaha kuliner nang daerah wisata, isone mung maido Wajar lah harga semono, iki musim lebaran, opo2 yo larang regane, makane pisan2 dolano sik adoh. Ngen mudeng ora mung mangan warteg tok po warung sandik omah 


Hud Hud Fortemplar: Ho,o po mas.... Dolan ku ketok ngendi² tpi yo normal² wae ki regane, sewajare . Ngapuro nek kleru. Singgih Pamungkas Wedyaaaaaan ra umum regane, jogja istimewaaaaah Agus Tradisi lebaran lur kumpul keluarga, maaf2an .mampir makan2 ,harga dinaikkan.. 


Rama Nugraha: Drpd lesehan ng malioboro.. mending njenengan ng kfc ne, opo ng foodcourt malioboro mall sisan sik regone jelas.. wis kondang lesehan malioboro yen larang.. golek rejeki yaa ra ngono2 bgt.. ngko giliran sepi do sambatt.. 


Miftah Farid Solaria: pindah pinggir dalan iki lur. Muhammad Ridwan Solaria nggak sampai segitu mas, he he, 


Jenny Rismala: Itua daftar menu yg terpampang sesuai dgn yg dinota gak mas? Jika memang sma y berarti memang warung mematok harga segitu. Tp jika tidak ada di daftar harga ataupun harga di nota berbeda dgn harga daftar menu ya patut dipertanyakan. 


 Agus Widi Nugroho: Lebih baik hindari jajan di lesehan malioboro... Harganya sering hoax... Hahahahaaa... Mending makan di restoran yg sdh terpercaya kredibilitasnya..






Tempo.co.id/Cirpstory.com 



Subscribe to receive free email updates: