Program RPTRA DKI Masuk 15 Besar Inovasi Terbaik Dunia


Infoteratas.com - Penandatanganan memorandum saling pengertian antara United Cities and Local Goverment-Asia Pacific (UCLG Aspac) dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) dilakukan di Balairung, Balai Kota DKI, Senin (5/6).

Penandatanganan ini, dilakukan dalam rangka kerja sama antara Indonesia dengan UCLG Aspac yang bertujuan untuk meningkatkan tata kelola pemerintah daerah dan kinerja dengan pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

Pemprov DKI Jakarta sendiri merupakan salah satu pendiri dan anggota tetap dari perwakilan UCLG untuk kawasan Asia Pasifik, dengan Gubernur DKI sebagai Co-President. Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah, menyaksikan langsung penandatanganan memorandum tersebut.

Kepala Pusat Fasilitasi Kerja Sama Kemdagri, Nelson Siamnjuntak, mengatakan, sedianya program kerja sama ini sudah dimulai sejak tahun 2010-2013 dengan penandatanganan perjanjian serupa.

"Dengan berakhirnya memorandum tersebut, kerja sama kedua belah pihak komitmen melanjutkannya. MoU ini kelanjutan program yang sudah dilakukan," kata Nelson di Balai Kota, Senin (5/6).

Kerja sama ini, katanya, sudah lama dilakukan dengan UCLG ASPAC dan disesuaikan dengan Undang-undang (UU) Otonomi Daerah. Mereka bekerja, katanya, di bawah koordinasi dan perintah UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah.

"Kita perpanjang setiap 3 tahun sekali, ini berarti periode 2017-2020. Manfaatnya, karena UCLG organisasi tingkat dunia, mereka bisa membantu DKI karena mereka menyajikan beberapa program khususnya di bidang kemajuan pemerintah," katanya.

Sekretaris Jenderal UCLG Aspac, Bernadia Irawati Tjandradewi, mengatakan, pihaknya selalu menjadikan Jakarta sebagai barometer. Organisasi ini, katanya, sudah terhubung dengan 240.000 pemerintah kota di seluruh dunia.

"Kami sekarang lagi coba mapping 17 gol, karena ada 169 target dan 290 indikator supaya SDG's masuk ke RPJMD 2017-2022," katanya.

Salah satu program DKI yang dipromosikan lewat organisasi itu adalah Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Program tersebut menjadi salah satu inovasi di Indonesia dan menjadi 15 terbaik di dunia.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah mengatakan, adanya kerja sama ini diharapkan bisa bermanfaat banyak bagi DKI. Terutama untuk bertukar pikiran dan berbagi informasi dengan pemerintah daerah lainnya di dunia.

"Ini peluang untuk DKI dalam mencari informasi dan berbagi tentang apa yang dilakukan DKI di Asia Pacific," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya ingin mengekspos seluruh inovasi yang ada di DKI. Terlebih sumber daya manusia di DKI saat ini, dari eselon IV hingga eselon II sudah harus menciptakan inovasi terobosan.

"Kemarin angkanya 52 yang ikut lomba inovasi. Masuk 99 besar itu ada 6. Kami lagi tunggu 44 besar karena tahun-tahun sebelumnya DKI tidak pernah ikut. Yang 6 ini nanti bisa tidak ditransfer ke kota-kota besar lain di Asia Pasifik," pungkasnya.(beritasatu.com)





Subscribe to receive free email updates: