Mengaku dipukul paspampres, curhatan pria ini bikin heboh


Infoteratas.com - Sebagaimana diketahui bahwa Pasukan Pengamanan Presiden alias Paspampres merupakan pasukan militer khusus yang bertanggung jawab penuh atas keselamatan hidup Very-Very Important Person (VVIP). VVIP yang dimaksud mulai dari Presiden RI beserta keluarga, Wakil Presiden beserta keluarga hingga tamu Negara setingkat kepala negara atau kepala pemerintahan, beserta keluarga mereka, yang berkunjung ke Indonesia. 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memang memimpin dengan gaya khasnya blusukan ke berbagai daerah dan bertemu masyarakat langsung, membuat tugas paspampres jadi tak semudah sebelumnya. Pasalnya presiden sendirilah yang menginginkan agar tidak terlalu diberi jarak saat presiden RI ke-7 ini berinteraksi dalam blusukannya.

Meski memiliki standar prosedur yang tinggi dan ketat, namun kejadian tak terduga dalam pengamanan presiden rupanya memang bisa saja terjadi. Seperti kisah pemilik akun Eka Prasetya Hadi yang mengaku dipukul oleh paspampres saat menyaksikan presiden blusukan. Curhatan yang ditulisnya pada Sabtu (17/6) itu pun viral di media sosial dan sudah ribuan pengguna media sosial lainnya.


"Aku cuma liat Bpk Presiden Jokowi lewat tapi Paspampres yg saya lingkari ini memukul perut saya sambil bentak "Rasah Salaman" (tidak usah bersalaman). Wong saya cuma liat saja.. Biarpun saya org kecil tapi saya laporkan penganiayaan baru (di)pecat kamu, mentang-mentang jadi Paspampres sudah kyk gitu," tulis Eka dalam postingannya, namun kini postingan itu sudah dihapus bahkan akun facebooknya pun  menghlang. Bahkan di kolom komentar Eka Prasetya menulis 
"Saya dipukul perut saya sangat cepat oleh oknum petugas paspampres kejadian pukul 10.46nan di lokasi jaraksari wonosobo kota hari ini sabtu tgl 17 juni 2017."

Ada yang mendukung Eka untuk melaporkan kejadian tak terduga yang menimpanya itu, tapi banyak juga yang memintanya memaklumi karena pengamanan dalam keramaian oleh paspampres memanglah tidak mudah, mengingat ancaman bisa datang kapan saja. Pusat Penerangan TNI pun belum memeberi keterangan apapun saat brilio.net mencoba meminta tanggapan melalui akun resmi Puspen TNI.

Dalam website resminya pun dijelaskan bahwa paspampres memang memiliki tugas pokok melaksanakan pengamanan fisik langsung jarak dekat setiap saat dan di manapun berada kepada Presiden RI, Wakil Presiden RI dan Tamu Negara setingkat Kepala Negara/Pemerintahan beserta keluarganya saat berkunjung ke Indonesia.

Bahkan beberapa waktu lalu juga muncul video viral yang mengharuskan Paspampres menahan tangan masyarakat agar tidak merangkul ayah Kaesang Pangarep tersebut. Prosedur ini konon dilakukan karena Standar Operasional Prosedur yang harus dipatuhi Paspampres.

Paspampres menganggap bahwa interaksi dengan Presiden selain bersalaman merupakan tindakan yang kurang sopan sekaligus cukup riskan. Apalagi yang berinteraksi adalah orang penting dalam pemerintahan negara Indonesia.




Subscribe to receive free email updates: