Hary Tanoe Tersangka, Novel Bamukmin Meradang. Simak!


Infoteratas.com - Sekretaris DPD Front Pembela Islam (FPI) Habib Nobel Bamukmin menilai, penyebutan tersangka terhadap Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (Hary Tanoe) dalam kasus SMS kepada Jaksa Yulianto sarat dengan kepentingan politik.

Apa yang dilakukan Jaksa Agung tak lebih hanya upaya untuk menjegal lawan-lawan politiknya. "Saya melihat ini sangat sarat bermuatan politik apa yang dilakukan oleh Jaksa Agung dan kita tahulah siapa Jaksa Agung dari partai mana, ini dia punya kepentingan untuk menjegal lawan politiknya di 2019," tuturnya kepada Okezone, Kamis (22/6/2017).

Tak hanya itu, Novel juga melihat ada aroma balas dendam pasca kemenangan pasangan yang didukung oleh partai besutan Hary Tanoe di pentas Pilkada DKI lalu. "Ini sangat berhubungan dengan Pilkada (DKI) kemarin, politik balas dendam menurut saya," ujarnya.

Novel menyayangkan Jaksa Agung yang berpendapat seperti itu dengan menyebut seseorang sebagai tersangka. Seharusnya Jaksa Agung lebih mengedepankan asas praduga tidak bersalah.

"Proses hukum itu adalah mengedepankan praduga tak bersalah karna Hary Tanoe kan masih sebagai saksi," tuturnya.

Namun Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto memastikan bahwa CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo telah ditetapkan sebagai tersangka.

Ia diduga melakukan ancaman melalui media elektronik kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto.

"SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) diterbitkan (dengan Hary Tanoe) sebagai tersangka," ujar Rikwanto di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (23/6/2017).


Rikwanto menganggap penyidik sudah menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menentukan Hary sebagai tersangka. SPDP baru dikeluarkan dalam pekan ini.

"Kalau tidak salah dua hari lalu," kata Rikwanto.(kompas.com)



Subscribe to receive free email updates: