Beredar Petisi, Bebaskan Dr. Otto Rajasa dari Pasal Karet Penodaan Agama

Infoteratas.com - Beredar petisi yang dibuat oleh Julia Lie dari Surabaya untuk membebaskan Dr. Otto Rajasa dari pasal karet penodaan agam...

Infoteratas.com - Beredar petisi yang dibuat oleh Julia Lie dari Surabaya untuk membebaskan Dr. Otto Rajasa dari pasal karet penodaan agama.

Berikut kutipannya:

Apakah anda mendukung aksi persekusi, atau sebaliknya, anda mendukung kebebasan berpendapat di Indonesia?

Dukungan anda atas Dr. Otto akan turut menentukan arah kebebasan berpendapat di Indonesia kedepannya.

Sebagaimana Dr. Fiera Lovita dan Pak Ahok telah mengalami aksi persekusi dan/atau dijerat dengan pasal karet penodaan agama, kini Dr. Otto Rajasa -- sebagai seseorang yang lantang menyuarakan perlindungan minoritas, kebebasan beragama, dan toleransi -- telah menjadi korban dari persekusi dan pasal karet penodaan agama.

Mengapa kasus Dr. Otto menjadi hal penting
1. Delik penistaan/penodaan agama telah menghambat kebebasan bereskpresi. Orang-orang dilarang berpikir. Dilarang melakukan tafsir.
2. Delik penistaan/penodaan agama adalah pasal karet sehingga penerapannya, sangat bergantung pada selera atau kepentingan politik penegak hukum atau penguasa.
3. Delik penistaan/penodaan agama berpotensi menjadi ancaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Setidaknya, saat ini ada 6 (enam) orang yang sedang menjalani proses hukum dan mendekam dijeruji besi. 3 (tiga) orang Millah Abraham, Andrew Handoko Putra di Solo, Ahok di Jakarta, dan Otto Rajasa di Balikpapan", Sugeng Teguh Santoso, S.H., Ketua Yayasan Satu Keadilan.

Status Facebook
Ada 3 status yang dipermasalahkan, yaitu:
1. pandangan pribadi Dr. Otto mengenai Tuhan, bahwa Tuhan itu baik & tidak mungkin Tuhan sendiri yang membuat orang menjadi kafir dan menyiksanya di neraka
2. pemikiran mengenai sebaiknya anak-anak kecil belum baligh tidak dianjurkan ikut berpuasa karena masih dalam masa pertumbuhan 
3. kritik seputar aksi demo 212 serta mengenai usulan kreatif mengenai cara alternatif ibadah haji yang bagi orang tidak mampu yaitu dengan mengunjungi simbol tempat religius lainnya, sedangkan yang mampu tetap ke Mekah

Status-status tersebut, berujung pada aksi persekusi & kriminalisasi, dan Dr. Otto dijerat Pasal 28 (2) jo pasal 45 (2) Undang-Undang Nomor 11/2008 tentang ITE, dengan ancaman pidana penjara enam tahun, dan Pasal 156 (a) KUHP tentang Penodaan Agama, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Intimidasi, Persekusi & Ancaman Pembunuhan
Dr. Otto dilaporkan ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Balikpapan yg lantas bersurat ke pihak perusahaan dr. Otto bekerja. Penggiringan opini disertai mobilisasi massa yang menuduh dr. Otto menista agama juga dilakukan secara sistematis dengan target agar perusahaan tempatnya bekerja mengeluarkan Otto dan merampas hak dan kebebasan dasarnya berpendapat. Dr. Otto pun mengundurkan diri dari pekerjaannya.

"Mobilisasi massa juga terjadi dalam persidangan kedua, karena dalam persidangan pertama massa yang demonstrasi “terkecoh” datang setelah sidang bubar", juru bicara Koalisasi Anti Persekusi Damar Juniarto.

Dr. Otto menjadi tahanan kota, lalu menjadi tahanan rutan -- dengan alasan penahanan yang tidak jelas, yaitu dianggap akan melarikan diri / menghilangkan barang bukti.
Kuasa hukum dokter Otto, Mulyati SH, mengungkapkan selama berada di dalam rutan kliennya sempat cukup sering mendapat ancaman, yang dilakukan para penghuni rutan, mulai dari pemukulan hingga ancaman akan dibunuh. Ironisnya, warga binaan yang melakukan intimidasi itu mengaku disuruh seseorang. Karena itu kuasa hukum berencana mengajukan pengalihan tahanan. Namun, dr. Otto sendiri menolaknya.

Pengadilan
"Dari postingan terdakwa, saya melihat tidak memenuhi unsur sampai ke level penodaan agama. Itu hanya sebatas satir dan kritik yang bersangkutan. Tidak berdasarkan hukum Islam yang sebenarnya. Jadi menurut saya tidak bisa dikatakan penodaan agama. Saya juga berpendapat jika postingan ini tidak akan menimbulkan pengaruh kepada orang lain apalagi menyesatkan" - Saksi ahli Rumadi, ahli agama dan pidana.

"Saya melihat ini sebagai bentuk pragmatif. Artinya bisa ditafsirkan tergantung penerima atau yang membaca postingan tersebut. Lebih kepada idiolek, yakni ragam bahasa unik yang biasa digunakan individu bersangkutan. Saya beranggapan ini hanya sebagai bentuk kritik sosial beliau (Otto)" - Saksi ahli Yamin, dosen dan peneliti hukum Universitas Pancasila.

“Jika dilihat secara ilmu, terdakwa ini menawarkan tafsir yang menurut ulama salah. Tetapi pada prinsipnya tidak masuk penodaan agama. Ini karena masuk dalam kategori ejekan, memandang hina, dan mengolok-olok secara terbuka. Dari posting-an tersebut, dia hanya mengutarakan pertanyaan yang kritis dan perlu jawaban dari ahlinya” - Saksi ahli Nahe’i, dosen Ma’had Aly Situbondo

“Seharusnya yang melakukan pengumpulan barang bukti dari Facebook adalah tim penyidik atau pihak berwenang. Memang bisa juga dari orang awam, tetapi perlu pembuktian. Ini untuk menghindari barang bukti yang dimanipulasi. Harus pakai metode tertentu, catatan teknis, dan membuat alat bukti apabila dicek pihak ketiga maka hasilnya sama”, dan “sedangkan dalam kasus ini, alat bukti informasi hanya berbentuk screenshoot di mana disebut posting-an asli telah tidak dapat diakses. Kalaupun menggunakan posting-an atau hasil repost dari orang lain, bisa digunakan tetapi ada syarat. Harus dicek laboratorium oleh ahli forensik digital. Selain itu, posting-an di media sosial yang dilakukan terdakwa bersifat terbatas di kelompok terbatas” - Sigit Widodo, saksi ahli informasi transaksi elektronik (ITE).
Profil Singkat

Dr. Otto adalah dokter tamatan Unair Surabaya. Bekerja sebagai dokter di salah satu perusahan minyak ternama di Balikpapan. Beliau mengkritisi aksi 414 dan aksi 212 yang membawanya berhadapan dengan hukum.

Otto kerap menuliskan kritikannya menyoal perlindungan minoritas, kebebasan beragama dan berbagai kelompok intoleran di media sosial Facebook, dan Dr. Otto termasuk di antara 14 orang yang diundang makan siang presiden Joko Widodo pada Januari 2016.
Bebaskan Dr. Otto

Dukung petisi ini dan selamatkan Dr. Otto dari jeratan pasal karet penodaan agama.
Petisi ini akan dikirim ke:
Hakim Pengadilan Negeri Balikpapan

Jika anda tertarik silahkan paraf di link ini:

https://www.change.org/p/hakim-pengadilan-negeri-balikpapan-bebaskan-dr-otto-rajasa-dari-pasal-karet-penodaan-agama

COMMENTS

Nama

9 naga,1,Adu Panco,1,afi,19,agama,3,ahmad dhani,100,AHOK,447,AHY,43,AmienRais,16,Anies,73,antasari,2,Arcandra,1,Ari Wibowo,5,Ario,4,ario kiswinar,5,artikel,1,ayu tt,6,azizi travel,2,banjir jakarta,2,Berita,587,berita hiburan,5,berita unik,138,bom,10,Budayawan,1,Budi Gunawan,1,buni yani,21,bunuh diri,14,caisar,2,debat pilkada,6,deddy corbuzier,5,demo ahok,21,demo kspi,5,demokrat,2,Djarot,4,DKI,1,DPR,3,Ekonomi,1,entertaiment,241,Fadli Zon,36,Fahri,34,first travel,53,fpi,364,freeport,2,FrontBetawi,3,geby,3,gerindra,7,gibran,11,Golkar,2,Habibrizieq,50,Habiburokhman,2,hari tanoe,1,hate speech,61,headline,1,hoax,3,Hukum,15,Ibu Eni,1,Indro Warkop,1,info sehat,1,internasional,35,intoleransi,1,inul,3,Irmangusman,1,Islami,4,isu PKI,1,IwanFals,1,Jakmania,8,jogja,1,JOKOWI,213,jonru,43,jupe,15,jusuf kalla,5,kaesang,47,kahiyang,5,Kapolri,17,kasus ahok,16,kasus antasari,3,kasus buni yani,6,kasus dwi,4,kasus ektp,9,kasus habib rizieq,172,kasus HT,12,kasus makar,20,kasus mirna,1,kasus pancasila,1,kasus reklamasi,1,kasus siti,3,kasus sumber waras,3,kecelakaan,9,kecelakaan kapal,1,Kemang,1,KIP,1,kisah,2,Kontroversi,20,kpk,29,kriminal,54,lion air,2,loker,1,Lulung,6,maia,10,Marioteguh,10,marissa,10,mbah mijan,1,menpora,2,menteri susi,11,mudik2017,3,MUI,13,nasdem,1,Nasib Guru,3,nasioanal,1,Nasional,850,nasional. pilgub dki,2,naso,1,news,143,NU,17,Nusronwahid,2,olahraga,10,opick,6,pan,9,PDIP,20,pedofil,3,pembunuhan,2,Pilgub DKI,175,pilih,1,pilpres 2019,2,Pilpres 2019 Golkar,2,PKS,13,polisi,1,politik,898,prabowo,2,PRESTASI AHOK,1,Ragam,43,raja arab,22,Ratna Sarumpaet,13,razman,5,ridwan kamil,12,rina,1,Risma,3,rohingya,5,rosita,13,Ruhut,4,Saipul Jamil,2,sandi,5,sandiaga,70,Sanusi,2,saracen,62,SBY,70,sepak bola,6,setnov,1,sidang ahok,50,sri mulyani,1,Sumber waras,2,Susi,3,Syafi'i,1,Taufik,1,Tax amnesty,4,Teman Ahok,3,tips,1,Tito,2,TKW SRI,1,tren,1,trending topik,246,tv one,7,uang,1,Umum,1,Vaksin Palsu,3,Yusril,3,
ltr
item
Infoteratas: Beredar Petisi, Bebaskan Dr. Otto Rajasa dari Pasal Karet Penodaan Agama
Beredar Petisi, Bebaskan Dr. Otto Rajasa dari Pasal Karet Penodaan Agama
https://4.bp.blogspot.com/-PhPF5q5V2sc/WVB1XFUtkgI/AAAAAAAAJH8/FzZUF-tsx0Y2a2t2myzw3VkeZkRf7bGPACLcBGAs/s640/otto.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-PhPF5q5V2sc/WVB1XFUtkgI/AAAAAAAAJH8/FzZUF-tsx0Y2a2t2myzw3VkeZkRf7bGPACLcBGAs/s72-c/otto.jpg
Infoteratas
http://www.infoteratas.com/2017/06/beredar-petisi-bebaskan-dr-otto-rajasa.html
http://www.infoteratas.com/
http://www.infoteratas.com/
http://www.infoteratas.com/2017/06/beredar-petisi-bebaskan-dr-otto-rajasa.html
true
4105805820566066428
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy