"Beda" Pengakuan Buni Yani di Persidangan & ILC Soal Kata "Pakai" di Video Penistaan Agama oleh Ahok. Bohong Lagi?


Infoteratas.com - Buni Yani keberatan atas dakwaan jaksa yang menuding dirinya melakukan editing di video pidato Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ia menegaskan tidak pernah memotong rekaman video tersebut.

"Saya tidak memotong, saya dapatnya dari media NKRI, dan itu sudah saya sampaikan saat saya di investigasi," ujar Buni Yani usai persidangan eksepsi di gedung Arsip, Jalan Seram, Kota Bandung, Jabar, Selasa (20/6/2017).

Buni Yani menjelaskan, video itu ia dapatkan dengan cara mengunduh di media NKRI menggunakan ponsel berwarna hitam putih miliknya. Menurut Buni Yani, video yang diunduhnya itu sudah berdurasi 30 detik.

"Dalam handphone saya itu tidak ada aplikasi melakukan editing atau mengedit. Saya dapat dari orang lain, tapi saya dituduh memotong, mengedit dan itu sudah ada dalam berkas BAP. Jadi ini tidak masuk akal," tuturnya.

Padahal sebelumnya, Buni Yani pernah mengatakan di acara ILC, mengakui kesalahan transkrip di video penistaan agama oleh Aho tersebut dengan menghilangkan kata "pakai" https://www.merdeka.com/peristiwa/buni-yani-mengaku-salah-transkrip-video-ahok-soal-al-maidah-51.html

Pengunggah pertama video dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Buni Yani mengakui ada kesalahan saat mentranskrip kata-kata Ahok. Kesalahan yang dimaksud adalah tidak adanya kata 'pakai'.

Pengakuan ini dikatakan langsung oleh Buni Yani saat menjadi pembicara dalam acara 'Indonesia Lawyer Club', yang disiarkan tvOne pada 11 Oktober lalu. Meski begitu, dia membantah tudingan sebagai pihak yang melakukan pengeditan foto.

"Mungkin karena saya tidak menggunakan earphone. Jadi mungkin itu enggak ketranskrip. Tapi tadi saya lihat ada kata 'pakai' (dalam video yang ditampilkan tvOne), saya mengakui kesalahan saya sekarang. Di transkrip saya mengatakan dibohongi pakai surat Al Maidah," kata Buni.



Berikut video Buni Yani saat ILC TV ONE 11 Oktober 2016
video


Bagaimana menurut anda?

Infoteratas.com/detik.com 



Subscribe to receive free email updates: