Astaga....! Diperiksa Soal Kasus Penggelapan, Sandiaga Malah Balik Fitnah Polisi Sampai Ahok.


Infoteratas.com - Polda Metro Jaya memanggil Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno terkait perkara dugaan penggelapan dalam penjualan lahan di Curug, Banten tahun 2012. 

"Iya benar diperiksa hari ini," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono kepada CNNIndonesia.com di Jakarta, Selasa (20/6).  

Sandiaga rencananya akan diperiksa sebagai saksi untuk pihak terlapor lainnya Andreas Tjahyadi pada Selasa (20/6) sejak pukul 10.00 WIB.
Lihat juga:Sandi Dukung Pemprov DKI Gusur Bangunan Liar di Kalijodo
Sementara, Sandiaga menyatakan tidak dapat hadir dalam pemeriksaan itu. Dia telah mengajukan penundaan pemeriksaan kepada polisi, dan meminta agar pemeriksaan dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri.

Alasannya, Sandiaga telah memiliki jadwal untuk bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. 

Selain itu, kuasa hukum Sandi juga sedang mengambil libur sehingga tidak bisa mendampinginya. Walau hanya diperiksa sebagai saksi, menurut Sandi peran kuasa hukum sangat penting untuk mendampingi pemeriksaan. 

"Sangat berbahaya karena kalau kita enggak mengerti hukum pertanyaan enggak jelas bisa dijerat dengan manuver. Kita gak suudzon tapi kalau nanti ada (manuver)," kata Sandi di Cipete, Jakarta Selatan.

Sandi berpendapat kasus penggelapan tanah yang terjadi pada tahun 2012 lalu, sangat mengada-ada.

"Ini kasus yang lama banget dan dicari lagi. Begitu sudah kalah Pilkada enggak bisa terima akhirnya didorong lagi," kata Sandi  

Politisi Partai Gerindra itu berharap agar polisi tidak  menutup-nutupi kasus itu, dan objektif dalam melakukan penyelidikan. 

"Mudah-mudahan menurut saya, dengan hadir kuasa hukum kami bisa petakan permasalahan, kita tanggapi dengan serius. Kasus yang mengada-ada ini bisa jelas, terang untuk polisi agar bisa mengambil keputusan,” kata dia.

Sandiaga dilaporkan Ketua Dewan Direksi Ortus Holdings Edward Soeryadjaya. Edward menyebut Sandi menggelapkan uang senilai Rp12 miliar hasil penjualan tanah seluas satu hektare milik PT Japirex di Jalan Raya Curug, Tangerang Selatan. 

Polda Metro Jaya sebelumnya sudah memeriksa Sandi. Kepolisian juga telah meminta keterangan rekan bisnis Sandi, Andreas Tjahjadi, yang turut menjadi tertuduh dalam laporan penggelapan tanah itu.  

Usai diperiksa penyelidik akhir Maret lalu, Sandi mengaku tidak mengetahui penjualan lahan yang ditudingkan kepadanya.(CNNIndonesia.com/Muhammad Andika Putra & Marselinus Gual , CNN Indonesia Selasa, 20/06/2017 12:42 WIB)




Subscribe to receive free email updates: