Viral, Pria Berbaju Loreng Siksa Orang Bercelana Dalam, Lihat Benda di Tangannya, Ternyata...!


Infoteratas.com - Aksi kekerasan yang di lingkungan masyarakat belakangan kerap terjadi.
Mulai dari aksi kekerasan yang terjadi di lingkungan keluarga, hingga aksi kekerasan di jalanan.
Baru-baru ini beredar video aksi kekerasan.


Dalam video yang diunggah oleh akun Facebook Hendy Kusnadi, Rabu (24/5/2017), tepatnya sekitar pukul 13.00 WIB.

Saat mengunggah video tersebut, akun itu juga menuliskan sebuah kalimat sebagai caption.
"Matiin aja komandan.biar kapok...share di liat sama begal pecundang,"tulis akun tersebut.

Video berdurasi 20 detik itu, menampilkan adanya seseorang yang berbaju doreng sedang menghajar seorang lainnya yang hanya mengenakan celana dalam.

Pria berbaju doreng itu melayangkan pukulan, dan tendangan kepada pria bercelana dalam hitam itu berulang kali, tanpa diketahui penyebab yang pasti.

Di tangan pria berbaju doreng itu juga membawa sebuah benda yang menyerupai kulit kabel.

Kulit kabel itu digunakannya untuk mencambuki sekujur tubuh pria bercelana dalam tersebut.
Saat mendapatkan berbagai pukulan tersebut, pria bercelana dalam itu meraung-meraung minta ampun.


"Ampun pak...ampun pak,"teriak pria bercelana dalam hitan itu.

Selain kedua orang itu, juga ada sosok pria lainnya yang mengenakan pakaian hitam yang menyerupai seragam satpam, dan helm.

Sambil membawa sebuah tongkat, sesekali pria berpakaian hitam itu juga ikut memukulkan tongkat tersebut kepada pria bercelana dalam.

Sejumlah netizen pun memberikan komentar terkait video tersebut.

@Andy Saputra,"Baru bgnih udh ampun" luh pernah gk mikirin korban luh yg luh hantam hah dasar bego bego mampus luh"

@Alfian Achmad Fauji,"Klo udh ketangkep mewek, klo blm mah msh belaga sok preman.."

Baca: VIDEO : Turis Pukuli Penjaga Toilet Umum Secara Brutal, Perhatikan Gerakan Tangannya, Sadis Banget!

@Vicky Arahman,"Kalau bancok orang aja gak ada ampun ,baru gitu aja udah mewek ampun2nan dasar sampah"

Berikut videonya:



Subscribe to receive free email updates: