Terkait Kasus wanita muda masuk kokpit, Netizen ini beberkan Lion Air Posting Klarifikasi Palsu. Astaga!


Infoteratas.com -  Salah satu pilot maskapai Penerbangan Lion Air, Captain Dimas Rio kepergok memasukan istri dan anaknya ke dalam ruang kokpit. Kejadian tersebut terungkap oleh salah seorang penumpang Lion Air, Citra Reinanti. 

Apalagi yang lebih mengejutkan netizen kalau wajah wanita muda itu berbeda dengan wajah istrinya yang ada di media sosial. 






Cerita ini menjadi viral di media sosial dan dishare hampir 80ribu netizen. 

Salah satu pilot maskapai Penerbangan Lion Air, Captain Dimas Rio kepergok memasukan istri dan anaknya ke dalam ruang kokpit. Kejadian tersebut terungkap oleh salah seorang penumpang Lion Air, Citra Reinanti. 


Bahkan Manajemen Maskapai Lion Air memastikan akan segera menginvestigasi kejadian masuknya keluarga penumpang pilot Lion Air ke dalam kokpit pesawat, dengan nomor penerbangan JT015 rute Denpasar menuju Jakarta, Selasa (23/5/2017) lalu.
Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh salah satu penumpang pesawat yaitu, Citra Rienanti.

Citra mengunggah kejadian tersebut ke akun laman media sosialnya, Facebook dengan nama akun Citra Rienanti.

Public Relations Manager Lion Air, Andy M Saladin, mengatakan Lion Air telah menghubungi penumpang yang bersangkutan dan telah meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami sekaligus berterima kasih atas laporan yang diberikan.

"Kami akan melakukan investigasi terkait hal ini, dikarenakan di dalam peraturan perusahaan kami menyebutkan, bahwa selain petugas maka tidak dapat memasuki kokpit pada saat penerbangan berlangsung," ujarnya, dalam keterangan tertulis, Rabu 
(24/5/2017).

Apabila ditemukan pelanggaran maka pilot yang bertugas akan diberikan sanksi tegas.

Tidak hanya itu, Lion Air Group bahkan memposting status terkait kejadian tersebut di halaman Facebooknya. Berikut kami kutipkan:


Terkait dengan adanya laporan dari penumpang di sosial media yang menyatakan bahwa melihat adanya orang lain selain petugas yang masuk ke cockpit pada saat penerbangan berlangsung, perlu kami jelaskan bahwa kami telah menghubungi penumpang yang bersangkutan dan telah meminta maaf atas ketidak nyamanan yang dialami sekaligus berterima kasih atas laporan yang diberikan.
Kami akan melakukan investigasi terkait hal ini dikarenakan di dalam peraturan perusahaan kami menyebutkan bahwa selain petugas maka tidak dapat memasuki cockpit pada saat penerbangan berlangsung.

Apabila ditemukan pelanggaran maka Pilot yang bertugas akan diberikan sanksi tegas.

Bahkan sehubungan dengan kejadian tersebut, Lion Air juga menyebut bahwa telah memberi sanksi kepada pilot terkait yaitu penurunan bar dari Capt menjadi First Offircer atau tidak diberikan terbang atau grounded dalam jangka waktu tertentu.
Berikut kutipannya:

Terkait dengan adanya laporan dari penumpang di sosial media yang menyatakan bahwa melihat adanya orang lain selain petugas yang masuk cockpit pada saat penerbangan JT 015 berlangsung pada tanggal 23 Mei 2017, maka saat itu juga kami melakukan investigasi terkait hal ini.
Dari hasil investigasi yang dilakukan maka Pilot akan dikenakan sanki. Sanksi dapat berupa penurunan bar dari Capt menjadi First Offircer atau tidak diberikan terbang atau grounded dalam jangka waktu tertentu.
Kami juga terus mensosialisasikan kepada para Pilot kami mengenai peraturan perusahaan dan juga mengenai keselamatan dan kenyamanan penerbangan untuk menghindari terulangnya kejadian seperti ini lagi.

Kami juga akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk melaporkan sanksi yang diberikan.



Namun yang mengagetkan adalah pernyataan dari penumpang tersebut yang membantah bahawa tidak ada satu pun pihak Lion Air yang sudah menghubunginya.
Wah?

Sebenarnya saya sudah tidak ingin lagi memperpanjang masalah ini karena alasan saya untuk menceritakan pengalaman saya adalah dikarenakan saya orang awam dan tidak mengerti SOP yang dimiliki oleh maskapai ini dan saya tidak menyangka bahwa akan menjafi viral. Satu harapan saya bahwa sistem penerbangan di Indonesia semakin baik sehingga kenyamanan dan kepercayaan penumpang meningkat. Namun dikarenakan banyaknya yang menghubungi saya dan bertanya apakah benar saya sudah dihubungi oleh pihak maskapai, dan munculnya postingan ini yang saya juga tidak tahu apakah benar-benar resmi milik maskapai yang dimaksud, maka saya informasikan bahwa memang sampai saat ini saya tidak merasa pernah dan sudah dihubungi oleh pihak maskapai. Mengenai permintaan maaf, bagi saya tidak terlalu menjadi yang utama. Alangkah lebih baiknya jika ada komitmen penuh dari pihak terkait agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. Terima kasih.


Lalu apa yang terjadi sebenarnya? Apakah pihak Lion Air yang sudah memberi keterangan palsu?


Sepertinya tambah seru saja. Bagaimana menurut anda?

Infoteratas.com



Subscribe to receive free email updates: