Sama atau Beda? Kalimat 'Gusti Ora Sare' di Surat Ahok dengan yang Diucapkan Jusuf Kalla


Infoteratas.com - Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menulis surat yang ditujukan pada pendukungnya.
Sebuah kalimat ternyata pernah dikatakan Wapres JK, Selasa (23/5/2017).
Kalimat apa itu?

'Gusti Ora Sare'
Sebuah kalimat dalam Bahasa Jawa yang sering dikutip banyak kalangan yang memiliki arti 
'Tuhan tidak tidur'.

Alias Tuhan Maha mengetahui apapun yang terjadi tak lepas dari kuasa-Nya.
Tersedu-sedu! Veronica Menangis Bacakan Surat dari Ahok, Ini Isi Suratnya!
Kalimat tersebut ada di akhir-akhir surat dari Ahok yang ditujukan oleh pendukungnya.

Seperti dikutip dari Kompas.com surat untuk pendukung Ahok dibacakan Veronica Tan.

Istri Ahok tersebut menangis tak kuat menahan air matanya ketika membacakan surat dari Basuki Tjahaja Purnama yang ditulis dari ruang tahanannya di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat.

Veronica membacakan surat Basuki alias Ahok, saat jumpa pers di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa.

"Pada saat kami sebagai keluarga memutuskan tidak banding, bapak minta saya untuk bacakan surat ini untuk semua...," ucap Veronica saat mendapat kesempatan bicara.

Pada surat tersebut Ahok menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan.

Ia mengaku telah belajar mengampuni dan menerima semua ini.
Ahok juga menegaskan tentang kasih bagi sesama manusia dan bagaimana menegakkan kebenaran dan keadilan bagi semua bangsa.

Sebuah kalimat yang menarik adalah ungkapan Berbahasa Jawa 'Gusti Ora Sare'.
Di sebuah artikel lainnya masih bersumber dari Kompas.com, Wapres Jusuf Kalla pernah menyampaikan hal yang sama.

"Saya ingin mengutip pernyataan Pak Muchtar Ngabalin yang memberi semangat saya katanya Gusti Allah ora sare (Tuhan tidak tidur), ya kan Pak Muchtar?" tanya Kalla kepada Ali Muchtar Ngabalin, anggota DPR dari Partai Bulan Bintang (red: saat itu) yang menjadi anggota tim sukses pasangan JK-Wiranto.

Sementara Ali Muchtar Ngabalin yang duduk di barisan belakang Gedung Aula Istana Wapres langsung menyahut seraya berteriak membenarkan pernyataan Kalla.

Demikian penggalan artikel Kompas.com pada tanggal 13 September 2009.
Kalimat tersebut diucapkan Jusuf Kalla yang saat itu juga menjabat sebagai Wapres dan kalah pada Pilpres 2009.

JK Berpasangan dengan Wiranto dan menerima kekalahan secara lapang dada serta menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan.
Saat itu kata 'Gusti ora sare' menuai banyak pertanyaan dari jurnalis tentang makna yang terkandung dari kalimat tersebut serta apa yang melatarbelakangi terucapnya kata-kata tersebut.

Di artikel tersebut Muchtar berikan penjelasan kalau munculnya pernyataan 'Gusti Allah ora sare' terkait peristiwa saat ia sedang berceramah di daerah Jawa Timur.

Muchtar kala itu menjelaskan bagaimana upaya JK hingga saat itu bisa menjadi calon presiden.

Tiba-tiba ia didatangi seorang pria.
Sambil menangis laki-laki itu berkata pada Muchtar agar menyampaikan pada Jusuf Kalla.
Laki-laki itu meminta JK untuk sabar 'Gusti Allah ora sare'.
Menurut pria itu selama ini Jusuf Kalla banyak dibohongi dalam pemilihan umum.

Lalu apa maksud kalimat yang diutarakan Ahok dalam suratnya?
Silakan simak, berikut isi surat Ahok!

Rumah Tahanan Depok, Minggu 21 mei 2017
Kepada relawan dan pendukung Ahok yang saya cintai, semua yang telah menjalani proses demokrasi di mana pun berada.
Saya telah banyak berpikir tentang kejadian yang saya alami. Saya mau berterima kasih kepada saudara-saudara yang terus mendukung saya dalam doa, kiriman bunga, makanan, kartu ucapan, surat, buku-buku, bahkan dengan berkumpul dengan menyalakan lilin. Saya tahu tidak mudah bagi saudara menerima kenyataan seperti ini. Apalagi saya...
Tetapi saya telah belajar mengampuni dan menerima semua ini. Jika untuk kebaikan berbangsa dan bernegara, alangkah ruginya warga DKI dari sisi kemacetan dan kerugian ekonomi akibat adanya unjuk rasa yang menganggu lalu lintas.
Tidaklah tepat saling unjuk rasa dan demo dalam proses yang saya alami saat ini. Saya khawatir banyak pihak yang akan menunggangi jika para relawan berunjuk rasa, apalagi benturan dengan pihak lawan yang tidak suka dengan perjuangan kita.
Terima kasih telah melakukan unjuk rasa yang taat aturan dan menyalakan lilin perjuangan, konstitusi ditegakkan di NKRI dengan Pancasila dan UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika.
Mari kita tunjukkan bahwa Tuhan tetap berdaulat dan memegang kendali sejarah setiap bangsa. Kita tunjukkan bahwa kita orang yang beriman kepada Tuhan Yang Masa Esa pasti mengasihi sesama manusia, pasti menegakkan kebenaran dan keadilan bagi sesama manusia.
Gusti ora sare...
Put your hope in the Lord now and always (Mazmur 131 ayat 3)
Kalau dalam iman saya, saya katakan: The Lord will work out his plans for my life (Mazmur 138 ayat 8a).



Subscribe to receive free email updates: