Miris! Ada Tawa Wahabi, HTI dan Moslim Cyber Army Dalam Bom Kampung Melayu


Infoteratas.com - 24 mei 2017 Bom bunuh diri di halte trans Jakarta terminal Kampung Melayu telah menjadi catatan sejarah bagi tanah air kita, dan sekaligus membuktikan bahwa kaum radikal itu bukan rekayasa, namun benar-benar ada dan siapun bisa menjadi korbannya.

Beberapa menit Pasca kejadian Bom bunuh diri itu bukannya duka yang mendalam terhadap para korban, melainkan canda dan tawa serta hasutan, dan provokasi dari kelompok Wahabi dan Cyber Army-nya.

Seperti Dalam Group WA Pencinta Laskar Wahabi yang telah viral memuat meme “Orang yang Sakit Jiwa Dipakaikan BOM dibawa ke lokasi lalu diledakkan dengan Remote Dikantongnya diletakkan apa aja agar bisa menuduh suatu kelompok”, meme tersebut telah di share oleh nomor (0813-1670-4036), dan konten yang berisi “Bom Terminal Kampung Melayu Tidak Perlu kaget, bukankan kita udah terbiasa dengan pola-pola pengalihan isu” dishare no (0822-9809-0216).

Selain itu akun muslim cyber amy juga merilis  “Abaikan kasus teroristainment, karena seperti yang sudah-sudah, itu hanya untuk pengalihan isu. Tetap fokus viralkan berita-berita yang wajib diketahui publik.”
Add caption


Tidak hanya itu Wahabi dan Cyber Army-nya, juga bermain di Instagram, tweetter, path, dan medsos lainnya, menuding secara masif bahwa kejadian Bom Bunuh diri sebagai bentuk pengalihan isu dan upaya menguatkan propaganda untuk membubarkan kelompok radikal di Indonesia.

Tulisan ini bukan hanya sekedar cerita tapi tulisan ini menggambarkan bagaimana kelompok Wahabi, HTI, dan Cyber Army membentuk opini masyarakat dengan nuansa keislaman dan religius sehingga masyarakat terpengaruh dan meyakini kelompoknya benar memperjuangkan Islam.

Apabila dikaitkan antara Wahabi, HTI, dan ISIS mereka merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan walaupun seperti terpisah. Namun beberapa yang lalu kelompok mereka sendiri mengunggah pemba’iatan Munarman kepada Pimpinan ISIS.

Sedangkan HTI sendiri mengutip Sumanto Al Qurtuby mengatakan “Sebagian masyarakat Islam semakin terpana dan terpesona dengan HT, karena para tokohnya selalu mencitrakan diri sebagai pembela kaum Muslim yang tertindas dari cengkeraman hegemoni dan penindasan rezim sekuler-liberal, baik rezim politik negara-negara Barat yang non-Muslim maupun rezim politik negara-negara yang mayoritas Muslim”.

Selain itu Sumanto menjelaskan. HT menuduh rezim politik-pemerintahan Muslim sebagai “tidak Islami” karena mereka tidak menerapkan sistem khilafah. Bagi mereka, khilafah adalah satu-satunya sistem politik pemerintahan yang “Islami”, ujarnya.

Cara cara ini juga telah digunakan mereka untuk membodohi pengikutnya, laskar, dan badut-badutnya yang sebenarnya minoritas tetapi dengan dukungan cyber army’-nya seolah-olah menjadi mayoritas mewakili kaum muslimin dan muslimat setanah air.

Kesimpulannya Wahabi, Cyber army, dan HTI adalah kelompok radikal yang berinduk kepada ISIS dengan sengaja merencanakan kegaduhan di Indonesia dengan dibungkus keislaman dan religius, dengan menyebar isu Kriminalisasi Ulama dan Penghinaan kepada Islam agar mendapat simpati dan dukungan, serta isu bahwa Bom Bunuh Diri adalah Isu pengalihan.

Maka dari itu Wahabi dan HTI serta Cyber Army-nya harus bertangung jawab atas bom dan teror serta kegaduhan di negara Indonesia selama ini, dan yang terakhir “Wahabi dan Moslim Cyber Army jangan ketawa dalam duka, berikan sedikit rasa kemanusian anda kepada kepada negeri ini”. [ARN]

Sumber: Kompasiana, Yuli Febriani/Arrahmahnews.com




Subscribe to receive free email updates: