Klarifikasi BEM SI: 'Aksi Mahasiswa Gulingkan Jokowi Tanggal 20 Mei Hoax'


Infoteratas.com - Sejumlah elemen mahasiswa akan menggelar aksi tanggal 22 Mei. Aksi digelar untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas).
Kabar yang beredar, aksi ini sekaligus sebagai persiapan menggoyang pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK).

Dalam seruan di media sosial yang mengatasnamakan koordinator Pusat Aliansi BEM Seluruh Indonesia, mereka mengajak mahasiswa se-Indonesia untuk turun ke jalan.

"Maka kenanglah 20 Mei Hari Kebangkitan Nasional sebagai Hari Kebangkitan Mahasiswa Indonesia. Maka songsonglah! Turun dan penuhilah jalanan pada tanggal 22 Mei 2017. Ingatlah sejarah saat mahasiswa menjadi pengontrol kebijakan pemerintah. Mari menggugat, tebarkan teror bagi mereka yg jahat. Kita hadirkan parlemen jalanan, sebab, perlawanan adalah cara mendidik penguasa yang aniaya," demikian sebaran dan ajakan aksi 22 Mei yang mengatasnamakan BEM-SI.

Koordinator Pusat Aliansi BEM Seluruh Indonesia, Wildan Wahyu Nugroho membantah kabar bahwa ajakan aksi BEM Seluruh Indonesia untuk menggulingkan pemerintahan Jokowi-JK.

"Insya Allah dari BEM SI aksi tanggal 22 Mei. Itu Hoax yang tanggal 20 Mei dengan agenda penggulingan Presiden Jokowi. Kira-kira 5.000 sampai 10.000 peserta aksi," tutur Wildan Wahyu Nugroho, kepada wartawan, Rabu (17/5/2017).

Menurut Wildan, aksi akan dilakukan di seberang Istana Negara, Senin (22/5/2017).
Mereka akan membawa tugu gugatan rakyat. Mahasiswa akan menuntut pemerintahan Jokowi-JK dengan sejumlah tuntutan termasuk supremasi hukum, kesejahteraan rakyat hingga menolak kenaikan tarif listrik.

Mahasiswa juga akan menuntut penuntasan pengusutan korupsi proyek pengadaan KTP elektronik.

Untuk mengamankan aksi, kepolisian akan mengerahkan sekitar 6.400 aparat Brigade Mobil (Brimob) yang berasal dari berbagai daerah.

Pergeseran pasukan itu dalam rangka mengantisipasi konflik di DKI Jakarta. Berdasarkan informasi yang dihimpun, ribuan pasukan itu sudah tiba di ibu kota pada Jumat (19/5/2017).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, mengaku akan mempersiapkan pengamanan selama aksi unjuk rasa tersebut.

Namun, sejauh ini, dia belum menerima pemberitahuan mengenai aksi unjuk rasa yang akan dilakukan di ibu kota tersebut.

"Kami belum dapat pemberitahuan. Kalau ada ya kami amankan," kata Argo.
Berdasarkan pemantauan, situasi di Pos Pengamanan Monas yang berada di seberang Istana Negara masih terlihat sepi. Belum terlihat adanya penempatan pasukan dalam jumlah besar di tempat itu.

Sementara itu, pagar pembatas juga belum ditempatkan di seberang Istana Negara. Kendaraan bermotor masih dapat melintas. (tribun/gle)



Subscribe to receive free email updates: