Bukan Jadi Gubernur, Djarot Malah Ingin Gantikan Ahok di Penjara, Alasannya Bikin Merinding!


Infoteratas.com - Djarot Saiful Hidayat resmi menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, beberapa jam setelah Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ditahan.

Putusan pengadilan terhadap kasus penistaan agama menyatakan Ahok bersalah telah menista agama, dengan vonis dua tahun penjara dan langsung ditahan di Rutan Kelas 1 Cipinang.
Prosesi serah terima jabatan yang biasanya diselimuti hawa bahagia pun terasa dingin, seperti yang diberitakan Kompas.com.

Tak ada senyum di raut wajah Djarot kala menerima surat tugas menggantikan Ahok.
Terpantau Kompas.com, saat Djarot menyambut kedatangan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (9/5/2017), tak ada senyum bahagia yang terpancar.

Wajah Djarot pun datar, bahkan tak ada senda gurau dengan Tjahjo yang masih satu partai dengannya.
Momen penyerah terimaan surat tugas itu pun tak dihiasi foto bersama, atau foto saling bersalaman untuk menunjukkan keakraban dan kekompakan.
Djarot malah terlihat kembali ke tempat duduknya terlebih dahulu dan membiarkan Tjahjo dengan awak media.

Saat pengambilan foto penyerahan surat tugas pun Djarot berdiri sekenanya tanpa ekpresi bahagia.

Dengan jabatannya sekarang pun, Djarot melah mengutarakan keinginan terdalamnya.
Djarot akan menjadi panjamin untuk penangguhan penahanan Gubernur non-aktif DKI Jakarta Ahok beserta 40 orang lainnya.

Ia mengatakan, itu artinya dia siap bertanggung jawab atas hal tersebut.
"Kalau sampai ada apa-apa, saya yang akan menjamin. Jaminan itu jaminan menyeluruh. Termasuk kalau ada apa-apa, saya menggantikan di penjara," kata Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (9/5/2017).

Djarot mengatakan dia menjadi jaminan atas nama pribadi dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Djarot mengatakan surat pengajuan penangguhan penahanan itu sudah dia tanda tangani. S
urat tersebut juga sudah diserahkan ke Pengadilan Tinggi dan Pengadilan Negeri Jakarta Utara.
Djarot tidak tahu apakah jaminan tersebut bisa membuat Ahok tidak ditahan dan kembali aktif menjadi gubernur DKI.

Djarot menyerahkan keputusan itu kepada Kementerian Dalam Negeri.
"Itu serahkan ke Kemendagri aturannya seperti apa," kata Djarot.

Mantan Wali Kota Blitar itu mengaku bersahabat dekat serta senasib sepenanggungan dengan Ahok.
"Ketika kita punya sahabat sakit, kita juga ikut sakit. Lain, ketika sahabat kita itu lagi bersenang-senang, ya kita bersyukur. Kita tidak perlu ikut bersenang-senang," kata Djarot di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (9/5/2017), sebagaimana dikutip dari Warta Kota.

"Justru, seorang sahabat, seorang teman yang baik menurut saya, ketika temenmu itu menghadapi suatu masalah atau musibah, kita harus datang," sambung Djarot.
"Bagaimana pun kita satu paket. Apapun yang beliau terima, saya juga ikut merasakan. Makanya saya akan selalu bersama-sama dengan beliau untuk betul-betul. Ini sebetulnya, kalau menurut saya, bukan hanya esensi gub dan wagub, ini esensi antara sahabat?" tegasnya. (TribunWow.com/Tinwarotul Fatonah)



Subscribe to receive free email updates: