6 Fakta Aparat Terpaksa Adang Massa FPI! Yang Nomor 5 Bikin Hati Lega


Infoteratas.com -  Pengadangan massa Front Pembela Islam (FPI) dan Laskar Pembela Islam (LPI) oleh aparat keamanan dari jajaran kepolisian Polda Kalbar dan Kodam XI/Tanjungpura, Jumat (5/5/2017) sore, sempat menjadi pusat perhatian masyarakat Kalbar khususnya Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.

Masyarakat, termasuk pengguna aktif media sosial (netizen) bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.

Bahkan ada pula yang menerka-nerka hingga menebar isu tidak jelas. Namun, pada intinya segenap masyarakat berharap Kalbar tetap aman dan damai.

Dari pengamatan di lapangan dan hasil wawancara berbagai pihak, akan menjelaskan 6 fakta sebagai berikut:

1. Adang Massa FPI dan LPI
Aparat keamanan bersenjata lengkap mengadang massa FPI dan LPI di Simpang Desa Kapur, setelah menyeberang melalui Jembatan Kapuas II.
Selain anggota bersenjata lengkap, mobil taktis seperti watercanon dan mobil pembawa pagar berduri juga disiapkan di kawasan tersebut.
Kemacetan pun sempat terjadi.


Massa masih berkumpul di Pos Pol Simpang Kapur, Jalan Mayor M Alianyang, Kubu Raya, Kalbar, Jumat (5/5/2017) sore. Hingga adzan maghrib berkumandang mereka masih menunggu hasil negosiasi untuk menjemput kedatangan Shobri Lubis dan Bachtia Nasir di Bandara Internasional Supadio Pontianak. Meski hujan deras massa masih belum bergeser dari simpang menuju Jembatan Kapuas II ini. (TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI)

Massa yang dipimpin Habib Muhammad Iskandar pun bernegosiasi di Pos Pol Desa Kapur.
Negosiasi sempat berjalan alot, namun menghasilkan keputusan massa yang memilih menuju lokasi acara pelantikan DPC FPI Kubu Raya di Sakura Biz, Jalan Adisucipto, Kubu Raya, sekaligus melaksanakan salat maghrib berjamaah.



2. Habib Iskandar Ajak Audiensi 
Habib Iskandar dalam pengajian di Sakura Bizs Jalan Adi Sucipto mengimbau agar seluruh ormas, dan paguyuban Islam dapat ikut Audiensi di Polda, Sabtu (6/5/2017) ini.
"Saya imbau untuk seluruh paguyuban, dan ormas-ormas Islam ikut beraudiensi di Polda dan ketemu Kapolda Kalbar esok," katanya.

Ia mengatakan, audiensi tersebut akan menanyakan kenapa ada pengusiran dan penolakan ulama di Bandara Supadio.
"Kita ingin nanya, kenapa ulama kita, guru besar kita ditolak untuk hadir," kata Habib Iskandar. 



Habib Iskandar saat mengisi pengajian di Kubu Raya, Jumat (5/5/2017). Dia mengajak ormas Islam untu audiensi ke Mapolda Kalbar, Sabtu (6/5/2017) (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / RIDHO PANJI PRADANA)


3. Aparat Siaga di Mempawah
Sejumlah aparat kepolisian dan TNI juga tampak berjaga-jaga di titik keramaian Kota Mempawah, Jumat (5/5/2017).
Penjagaan untuk memastikan keamanan terkait adanya rencana kedatangan petinggi FPI ke Mempawah mengisi kegiatan tablig akbar Isra Mikraj 1438 H di Masjid Agung Al Falah Mempawah, Sabtu (6/5/2017) ini.

Kapolres Mempawah AKBP Dedi Agustono melalui Paur Humas Ipda Imam Widhiatmoko pun memastikan kondisi Mempawah kondusif. "Situasinya aman. Sesuai arahan kita tetap siaga," ujarnya.
Selain menyiagakan personel dari Polres Mempawah juga di BKO oleh personel Polda Kalbar.

4. Rombongan FPI Pusat Kembali ke Jakarta
Ketua DPP FPI Ustaz Sobri Lubis dan Ustaz Hidayat Quaiandri Batangtaris beserta rombongan mendarat di Bandara Internasional Supadio Pontianak menggunakan pesawat komersial Lion Air JT -716, Jumat (5/5/2017) sekitar pukul 19.50 WIB.
Namun tak sampai 30 menit, Ketua DPP FPI dan rombongan kembali ke Jakarta pada pukul 20.02 menggunakan pesawat Citylink QG-867.
Kembalinya rombongan Ketua DPP FPI itu di benarkan Kapolresta Pontianak Kombes Pol Iwan Imam Susilo dan Dandim 1207/BS Pontianak Kol Inf Jacky Ariestanto. Hal tersebut dilakukan demi Kamtibmas bersama.

"Itu langkah-langkah yang kita ambil demi kepentingan bersama, meski demikian, kegiatan di Mempawah tetap terlaksana dan tetap dijaga aparat," kata Dandim 1207/BS Pontianak, Jumat (5/5/2017) malam.

Jacky menegaskan langkah-langkah tersebut diambil, tidak berat sebelah dan aparat keamanan berlaku netral demi Kamtibmas.
"Jika terjadi bentrokan, timbul korban, kita semua yang rugi, maka langkah itu di ambil demi kepentingan bersama, bukan kepentingan sepihak," tegasnya.
Dandim Pontianak pun bersyukur setelah mendapatkan penjelasan rombongan tersebut bersedia untuk kembali, meski sempat ada yang komplain, tapi tetap bisa diredam.

5. Pastikan Kalbar Aman
Dandim 1207/BS Pontianak, Kol Inf Jacky Ariestanto, berharap \masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan adanya informasi yang menghasut.
Hal tersebut aparat kepolisian lah yang dapat menilai dan menindaklanjutinya dengan Undang-undang yang berlaku.
Kapolresta Pontianak Kombes Pol Iwan Imam Susilo menegaskan situasi sekitar pukul 22.00 WIB aman terkendali, meski demikian aparat keamanan dari kepolisian didukungan TNI tetap siaga.

"Kita tetap siaga hingga waktu yang tak ditentukan. Apa yang kita lakukan hari ini, tidak memihak dengan pertimbangan keamanan, kita tak menginginkan adanya bentrok," katanya.

Iwan menuturkan, dari awal pihaknya tidak mempermasalahkan adanya kegiatan, namun kehadiran penceramah dengan adanya penolakan itu yang membuat aparat harus mengambil sikap mempertimbangkan keamanan.

6. Polisi Bantah Siaga 1
Kapolresta Pontianak, Kombes Iwan Imam Susilo dan Dandim 1207/BS, Kolonel Infanteri Jacky Ariestanto, menegaskan Kota Pontianak dan sekitarnya tidak Siaga 1.
Keduanya menegaskan giat kemarin yang berlangsung hingga jelang tengah malam hanya bentuk pengamanan wilayah.

Berikut ini video penjelasan Kapolresta dan Dandim ditemui di Jalan Teuku Umar, Pontianak, Kalbar, Jumat (5/5/2017) sekitar pukul 23.00 WIB.(*)



Subscribe to receive free email updates: