Politisi Gerindra ini bela FPI dan tuduh polisi semena-mena. Ini fakta sebenarnya dibalik pembubaran FPI Semarang


Infoteratas.com - Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid mengecam ketidakadilan pihak kepolisian terhadap Front Pembela Islam (FPI).

Hal itu menanggapi sikap Kapolrestabes Semarang, Kombes Abiyoso Seno Aji yang memerintahkan pembubaran kegiatan deklarasi pembentukan FPI Kota Semarang.

"Polrestabes Semarang telah berbuat tidak adil. Mungkin imbas atau intruksi dari Jakarta," tegasnya kepada JawaPos.com.

Menurutnya, aparat keamanan di mana pun harus adil dan mengayomi semua elemen bengsa.

Mereka tidak boleh tunduk oleh tindakan kelompok-kelompok masyarakat.

Sodik menuturkan, jika FPI dan elemen umat Islam protes tentang sesuatu tidak digubris dengan berbagai alasan.

Namun, ketika ada kelompok masyarakat protes tentang FPI, maka langsung ditanggapi pihak kepolisian.

"Ini adalah praktik buruk dari aparat keamanan, yakni tidak adil dalam melindungi dan melayani warga masyarakat dan bangsa," tuturnya.

Politikus Partai Gerindra itu pun mengimbau agar kepolisian harus berpegang terhadap tugas pokok dan fungsinya.

"Polisi adalah aparat negara bukan aparat pemerintah, apalagi aparat rezim. Harus adil dan tidak berpolitik," pungkas Sodik. 

Padahal kehadiran polisi hanya untuk menertibkan dua kubu massa agar tidak terjadi kericuhan dan polisi dalam hal ini menggelar dialog antar kedua kubu agar terjadi kesepakatan damai bukanseperti yang dituduhkan politisi Gerindra ini.

Sebelumnya Ratusan polisi yang dipimpin Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji berupaya mencegah terjadinya bentrokan.

Ferry Marhaen, dari Laskar Merah Putih menuturkan FPI harus ditolak hadir di Semarang karena berdasar rekam jejaknya, FPI dinilai selalu menebar kebencian dan sering bertindak intoleran. Padahal, sambung dia, Semarang bisa maju karena disangga beragam komponen suku, agama, etnis, maupun budaya.

"Kami minta acara ini dibubarkan. FPI kami tolak di Semarang. Saya minta kepada FPI jangan dibentuk di Semarang. Di daerah luar Semarang, keberadaan FPI selalu rusuh," kata Ferry.

Iwan Cahyono,dari Patriot Garda NKRI menyebut Semarang tidak membutuhkan FPI. Yang dibutuhkan adalah sosok kreatif yang bisa bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat membangun kota Semarang.

"Di banyak tempat, FPI selalu merusak dan menggelar sweeping secara anarkis. Kami juga merasa kecolongan karena dalam jadwal pembentukan FPI disebutkan jam 20.00 WIB. Kita minta FPI dibubarkan, jangan ada di Kota Semarang," kata Iwan.

Lebih lanjut bisa simak video dibawah ini:

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Politisi Gerindra ini bela FPI dan tuduh polisi semena-mena. Ini fakta sebenarnya dibalik pembubaran FPI Semarang"

Posting Komentar