Merinding! Saran Pak Hakim pada Anak Gugat Ibu Kandung

Yani Suryani dan suaminya, Handoyo Adianto saat diwawancarai wartawan. Foto: Deny Iskandar/Indopos/JPNN.com

Infoteratas.com - Persidangan kasus anak gugat ibu sudah memasuki sidang ke-9 rencananya pada Kamis (13/4/2017), dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari kedua belah pihak.

Meski begitu anak dan menantu yang mengajukan gugatan sepertinya tak berani hadir di sidang dan hanya diwakili kuasa hukum mereka.

Menurut Djohan, agenda persidangan tetap berlanjut meski pihak PN Garut telah memediasi penggugat dan tergugat. "Mediasi sudah dilakukan, tapi sudah kembali dilanjut hingga agenda hari ini," katanya.

Majelis hakim lebih mengarahkan agar mereka bisa berdamai meski upaya mediasi telah dilakukan dan gagal.

’Majelis hakim menggugah dan mendorong islah. Silakan kepada masing-masing penasihat hukum untuk menyelesaikan sebelum putusan pengadilan. Harta bisa dicari, tapi jika orang tua murka?’’ kata Endratno di ruang sidang.


Seperti diketahui, Yani beserta suaminya, Handoyo Adianto, warga Taman Pulegebang, Jakarta Timur, menggugat Siti Rokayah, warga Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, dengan tuntutan mencapai Rp1,8 miliar.

Tuntutan itu terdiri dari kerugian materil kurang lebih sebesar Rp640 juta dan immateril Rp1,2 miliar. Pihak keluarga menuding, penggugat telah melakukan sejumlah rekayasa dalam masalah tersebut. 


Jika menang gugatan, Handoyo selaku menantu mengaku telah menyediakan paket kasih sayang yang diberi nama Paket Cinta Siti Rokayah.

Handoyo menjelaskan, paket kasih sayang itu diberikan karena dirinya dan istrinya, Yani Suryani, merupakan anak yang paling sayang kepada Amih.

Paket kasih sayang tersebut berupa sebagian uang dari tuntutan Rp 1,8 miliar diberikan kepada Amih, untuk trauma healing, serta mengajak Amih pergi haji atau berlibur ke luar negeri. ’’Ini kan cuma meluruskan persoalan saja,’’ ujarnya.

Saat ditanya beberapa kali tentang rumah Amih di kawasan Ciledug yang menjadi sengketa, Handoyo menegaskan salah jika dirinya disebut ingin menguasai rumah.

’’Enggak begitu, kita lihat nanti,’’ katanya.

Kasus Anak Gugat Ibu, Mahasiswa Garut Gelar Aksi Bela Amih


Sejumlah mahasiswa Universitas Garut turun ke jalan mengelar aksi simpatik bertajuk 'Bela Amih Siti Rohaya'. Mereka menyoroti soal perkara ibu digugat anak kandung karena utang.

"Ini semua didasari oleh rasa prihatin kami. Cukup miris sebetulnya kalau mendengar seorang ibu yang membesarkan anaknya, harus menjadi pesakitan pada masa tua," ucap Agung Komarudin (22), koordinator aksi, kepada detikcom di lokasi kegiatan, Bundaran Simpang Lima, Kabupaten Garut, Jabar, Rabu (12/4/2017).

Aksi ini, sambung Agung, berlatar rasa keprihatinan terhadap kasus yang menimpa Siti Rohaya atau Amih (83) yang digugat ke pengadilan oleh anak kandung dan menantunya, Yani Suryani dan Handoyo Adianto, gara-gara masalah piutang.

Para mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komunikasi ini membagikan bunga mawar kepada polisi, petugas kebersihan dan pengguna jalan terutama perempuan. Bunga mawar sebagai simbol kasih sayang anak kepada ibu dan bentuk dukungan moril kepada Amih.

"Bunga itu lambang kasih sayang kami, pada orang tua. Makannya kami berikan kepada para pengguna jalan, terutama perempuan," ujar Agung.


Peserta aksi berharap kedua penggugat, Yani Suryani dan Handoyo Adianto, mencabut gugatannya terhadap Amih.(Infoteratas.com)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Merinding! Saran Pak Hakim pada Anak Gugat Ibu Kandung"

Posting Komentar