Hasil karya Ahok ini bikin Anies Baswedan takjub, luar biasa. Ternyata.........!


Infoteratas.com - Gubernur DKI Jakarta terpilih versi quick count lembaga survei, Anies Baswedan datang mengunjungi Balai Kota DKI untuk bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta petahana, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Anies tiba di Balai Kota pukul 07.29 WIB saat Basuki sedang menerima pengaduan dari warga di pendopo. Seperti biasa, saat itu warga memang banyak datang melapor. Oleh protokol Pemprov DKI Jakarta, Anies kemudian diarahkan untuk masuk ke ruang tunggu. Tak lama kemudian, Basuki pun menyusul masuk untuk menemui Anies.

Sebelum masuk ke ruang tamu Gubernur, Basuki dan Anies sempat bersalaman terlebih dahulu di hadapan para pewarta yang telah menunggu mereka. Baju batik warna hijau dan hitam yang dikenakan Basuki tampak kontras dengan kemeja putih yang dikenakan Anies. Mereka kemudian masuk ke ruang tamu gubernur untuk berbicara.

Dari hasil pembicaraannya, Basuki menyampaikan kepada Anies terkait dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan DKI Jakarta 2017 supaya tidak deadlock saat pembahasan dengan DPRD. Pasalnya, penyusunan APBD Perubahan ini juga disusun oleh Basuki dan Djarot, di mana masih terdapat program-program yang ingin dijalankan seperti Kartu Jakarta Lansia (KJL).

"Jadi kami mesti duduk bareng, mesti sampaikan pada partai pendukungnya, jangan sampai deadlock, jangan sampai ada pokir-pokir kayak dulu, yang saya tolak terus berantem (dengan DPRD). Kalau berantem, kasihan Pak Anies-nya," ujar Basuki di Balai Kota, Kamis (20/4).

Oleh karena itu, ia pun meminta tim anggaran Anies untuk mengirim ke Balai Kota membahas persoalan anggaran ini. Apalagi DKI saat ini open data sehingga pihak Anies pun mudah untuk melihatnya. Duduk bersama harus dilakukan, katanya, supaya penyusunan bisa dilakukan bersama dan dilakukan dengan cepat.

"Supaya begitu (Anies) masuk, bisa memenuhi janji-janjiya. APBD DKI dibilang banyak, tidak banyak juga lho! Kalau ada DPRD minta pokir-pokir dituruti, tidak bisa jalan nanti semua. Ini yang kita perlu bantuan juga," katanya.

Namun apabila deadlock, katanya, dirinya berani deadlock, akan tetapi ia merasa kasihan kepada Anies yang mungkin saja tidak akan keburu memasukkan program-programnya sehingga terlalu mepet waktunya sehingga harus ada dukungan dari partai sana.

APBD jakarta ada sistem lock yang sudah diberikan triple password oleh Ahok.artinya harus 3 pejabat yang secara bersamaan bisa akses parword untuk merubah RAPBD DKI termasuk KPK dan BPK.

Yang artinya tdk akan ada ruang gerak untuk mengubah anggaran KORUPSI di wilayah pemprov DKI dan semua jenis project PEMPROV DKI.

Selain APBD, pihaknya juga memperkenalkan beberapa kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) seperti Biro Kepala Daerah dan Hubungan Kerja Sama Luar Negeri (KDHKLN) DKI. Kemudian ia juga menyampaikan soal infrastruktur dan BUMD yang ada di DKI.

"Saya juga sampaikan ke beliau, ini kan bukan transisi seperti Presiden. Bukan ganti menteri, ini kan PNS-nya masih sama. Ada aturan minimal enam sampai delapan bulan baru ganti. Ini yang kami cocokkan, saya bilang kita terbuka ada apa-apa tinggal buka open data," katanya.

Ia juga menjamin para pendukungnya tidak akan meributkan kekalahannya di Pilgub DKI ini. Ia percaya, katanya, semua ini sudah diatur dan ditakdirkan oleh Tuhan.

Sementara itu, Anies Baswedan mengatakan, pihaknya menyampaikan dua hal ketika bertemu Basuki, yakni tentang bagaimana program-program yang sudah direncanakannya bisa masuk ke dalam APBD yang disiapkan DKI saat ini karena untuk proses itu membutuhkan waktu.

"Karena siklus anggaran dengan siklus pilkada itu jadwalnya banyak tidak nyambung, pilkadanya bulan April, pelantikannya Oktober, sementara anggaran diproses sekarang ini sampai Oktober. Jadi kalau tidak ada pembicaraan awal, maka anggaran yang disusun nanti tidak mencerminkan rencana-rencana yang dijanjikan di dalam kampanye gubernur baru," jelasnya.

Jika tidak dibicarakan dari sekarang, katanya, bisa-bisa rencana gubernur baru dilaksanakannya baru pada tahun 2019, sebab 2018 pun anggarannya sudah disusun sejak saat ini. Di mana saat penyusunan masih gubernur lama dan pelaksanaan sudah gubernur baru.

"Itu sebabnya kami bertemu awal dan tadi disepakati tim anggaran saya yang nanti menerjemahkan program-program yang dijanjikan untuk dilaksanakan akan dibicarakan dengan penyusun anggaran tim pemda sehingga program-program kami bisa mulai dilaksanakan tahun 2018," katanya.

Kedatangan Anies pagi ini menemui Basuki dikarenakan Basuki harus menjalani sidang pembacaan tuntutan atas kasus penodaan agama yang membelitnya, tepat hari ini. Sebelum pergi sidang, kemarin Basuki sempat bertelepon dengan tim Anies untuk menawarkan bertemu pagi ini, sesuai dengan keinginan Anies yang ingin bertemu dengannya.

Basuki dan pasangannya, Djarot Saiful Hidayat kalah dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta putaran kedua versi hitung cepat di beberapa lembaga survei dari Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Meskipun keputusan pemenang masih ada di tangan KPU, akan tetapi kedua pasangan calon sudah menerima masing-masing hasilnya.


Beritasatu.com



Subscribe to receive free email updates: