Jokowi Jadi Presiden, Tomy Winata Terkapar. Kini 'Hangat' Bersama Imam Besar FPI Habib Rizieq. Nah Lo Ketahuan!!



Infoteratas.com - Media Sosial tengah dihebohkan dengan keakraban Imam Besar Habieb Rizieq dengan klan pengusaha Tomy Winata...?

Foto ini pertama kali diposting oleh akun @Ratu-adil dan telah diretweet oleh ratusan netizen karena sungguh menghebohkan.

Betapa tidak...?? FPI yang selama ini gembar - gemborkan anti aseng ternyata sangat akrab dengan aseng.


Siapakah Tomy Winata..??
Siapa yang tak kenal Tomy Winata? Pengusaha Indonesia keturunan Tionghoa yang satu ini lihai dan licin bagaikan belut yang telah diolesi oli. 

Bagaikan raksasa yang berdiri mengangkang, jaringan bisnisnya menggurita disegala aspek perekonomian di negeri ini.
Saking tajirnya Tommy Winata ini, orang bilang uangnya itu mungkin saja sudah tak ada nomor serinya lagi. 

Namun bagaimanapun juga, patut kita akui keuletan dan kelihaian Tomy Winata dengan tangan dinginnya itu ia mengukir satu persatu unit bisnisnya bagaikan mengukir lekak-lekuk patung Jepara yang sulit dan rumit menjadi indah dan enak dilihat.

Semua unit bisnisnya dipoles sedemikian rupa menjadi sedemikian kinclongnya seperti tukang poles batu Bacan di Rawabening Jakarta yang lihai menghsluskan dan mengkilapkan batu bacan. yang saat ini sangat digemari dan diburu banyak orang karena telah menjadi tren di kalangan eksekutif muda dan kawula muda Jakarta.

Namun apa lacur, kali ini taipan cerdas yang disegani di negeri zamrud khatulistiwa ini terpaksa harus gigit jari dan terkapar tak berdaya setelah mimpi indahnya untuk meraup Margin Profit dari proyek jembatan Merak Banten dan Bakauheni Lampung itu gagal total ditangan Jokowi. 

Proyek itu justru di kunci oleh Jokowi. Impiannya pun tumbang seketika.

Rupanya Jokowi tak setuju dengan sistem jembatan yang menghubungkan Merak Banten dengan Bakauheni Lampung itu. Menurut Jokowi biayanya terlalu besar, dan balik modalnya pun butuh waktu yang sangat lama kurang lebih sekitar 30 tahun lamanya. Setidaknya itu menurut perhitungan Jokowi.

Sebagai negara Maritim, Jokowi lebih cenderung mengoptimalkan fungsi kelautan dengan mekanisme tol lautnya itu yang menghubungkan dermaga-dermaga disetiap pulau dengan kapal-kapal besar. Bukan dengan bikin jembatan untuk menghubungkan antar pulau.
Padahal Tomy Winata ini sudah menggelontorkan fulus yang sangat besar. Bayangkan saja untuk melakukan survey dan studi pra-kelaikan (Feasibility Study), ia sudah tekor sekitar 1,5 triliun rupiah. Investasi yang sebegitu besarnya justru kandas ditangan Jokowi. Pil yang paling pahit yang terpaksa harus ditelan Tomy Winata di era Jokowi saat ini.

Ya mau bagaimana lagi, namanya juga resiko bisnis. Untung rugi dalam bisnis merupakan resiko tak terduga yang sudah pasti dipahami dengan betul bagi pebisnis handal sekaliber Tomy Winata.

Proyek Reklamasi Bali
SBY keluarkan Perpres Nomor  51 Tahun 2014 terkait perubahan terhadap peruntukan ruang sebagian kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil yang merupakan bagian dari Kawasan Teluk Benoa, Bali. Perpres tersebut merupakan revisi dari Perpres No. 45/2011 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan), menyebutkan perubahan sebagian status zona kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil di Kawasan Teluk Benoa, serta arahan umum pemanfaatan ruang kawasan tersebut.
Reklamasi Teluk Benoa ini adalah warisan bermasalah SBY.

Dalam Amdal, pelaksana proyek terdiri dari Adhi Karya, Waskita Karya, dan Hutama Karya menyatakan, pemasangan tiang-tiang penyangga jalan dilakukan menggunakan ponton. Nyatanya, mereka menguruk dengan tanah kapur.

Setelah mulai beroperasi tahun 2013, kita memang melihat ada banyak kerusakan mangrove. Sangat tidak sesuai dengan janji-janji manis saat hendak dibangun yang akan tetap menjaga mangrove. Sebelum proyek selesai sudah terlihat jelas kerusakannya.

Menyadari akan hal ini, SBY  langsung terjun ke teluk Benoa untuk menanam mangrove. Tak tanggung-tanggung, beliau mengajak Christiano Ronaldo sebagai duta mangrove. Dan yang mengajak Christiano Ronaldo datang menjadi duta mangrove adalah Tomy Winata.

Tomy Winata adalah pendiri Artha Graha yang selama ini dinilai sangat dekat dengan SBY, selain Bakri dan yang sejenisnya. Tentu bukan sebuah kebetulan jika Tomy Winata adalah investor utama PT Tirta Wahana Bali Internasional (TWBI). Sementara anda tau siapa yang mendapat izin pengelolaan reklamasi teluk Benoa selama 30 tahun? TWBI.

Tapi jika diteliti lebih dalam, Jokowi sepertinya melihat adanya kongkalikong antara Tomy Winata dan pemerintah sebelumnya. PT Bangungraha Sejahtera Mulia adalah anak perusahaan dari Artha Graha, BSM ini bekerjasama sharing profit dengan BUMD Banten dan Lampung, di mana Tomy Winata duduk sebagai komisarisnya. Sementara Pemprov Lampung dan Banten hanya memiliki 2.5% saham.

Terkait proyek ini, di tangan SBY lahir  Perpres Nomor 86 tahun 2011 tentang Kawasan Strategis Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda (KSISS) atau yang lebih dikenal dengan istilah Jembatan Selat Sunda (JSS) itu.

Namun setelah SBY lengser, Jokowi menghentikan proyek ratusan triliun tersebut tanpa basa basi. Dihentikan, titik.


Design Rancang Bangun Jembatan Selat Sunda (Tempo)

Proyek raksasa sebesar 225 Triliun Rupiah itu kini hanya tinggal kenangan. Padahal kalau saja jembatan itu jadi, sudah pasti pulau Jawa dan Sumatera akan maju pesat. Transportasi jadi lancar, suplai logistik antar pulau bukan menjadi hambatan lagi tanpa perlu menunggu jadwal kapal Ferry bersandar di Dermaga, tanpa perlu antrian kendaraan-kendaraan pribadi, Kontainer, dan truk-truk besar yang berkilo-kilo meter jauhnya di pelabuhan Merak maupun di Bakauheni.

Sebenarnya gagasan untuk menghubungkan pulau Jawa dan pulau Sumatera dengan jembatan sudah ada sejak jaman Presiden pertama NKRI, yaitu Ir. Soekarno. Dengan latar belakang Insinyur yang ia milki, Soekarno menggagas mega proyek ini dengan sebutan Tri Nusa Bima Sakti sebagai grand desain pembangunan infrastruktur jalan nasional.
Namun entah kenapa, apakah karena dananya di era Soekarno dulu masih sangat minim ataukah mungkin saja ada faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi sehingga proyek itu akhirnya hanya sekedar jadi Master Plan saja.

Lalu pada jaman pemerintahan Habibie pasca tumbangnya Presiden Soeharto yang digulingkan oleh mahasiswa Reformasi, proyek jembatan selat Sunda mulai digulirkan lagi. Habibie sendiri yang memimpin langsung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada tahun 1988 yang silam untuk mewujudkan rencana proyek peninggalan jaman Soekarno dulu.

Proyek jembatan sepanjang 29 Kilo Meter yang melintasi Selat Sunda itu sudah dihitung dengan cermat dan secara terperinci oleh Habibie. Dana yang dihitung secara teliti oleh Habibie untuk pembuatan jembatan itu sebesar 100 Triliun Rupiah. Namun apa daya, proyek impian itu gagal total akibat dihantam serangan badai puting beliung Krisis Moneter yang sangat dasyat sehingga memporak-porandakan perekonomian di seluruh pelosok negeri ini.

Setelah sekian lama terkubur impian para pemimpin bangsa ini untuk menghubungkan pulau Jawa dan Sumatera dengan jembatan seperti di San Fransisco itu, akhirnya di jaman SBY dimunculkan lagi ke permukaan untuk merealisasikan proyek impian yang selalu kandas ditengah jalan itu.

Tomy Winata ditunjuk oleh pemerintahan SBY menjadi rekanan swasta melalui konsorsium Graha Banten Lampung Sejahtera (GBLS) yang merupakan salah satu anak perusahaan Artha Graha yakni PT. Bangungraha Sejahtera Mulia.

Bagi Anda yang belum tahu, PT. BSM ini adalah perusahaan swasta milik Tommy Winata yang bekerjasama sharing profit dengan BUMD Banten dan Lampung. Tomy Winata duduk sebagai komisaris utama, sedangkan Pemprov Banten dan Lampung hanya memiliki saham 2,5 persen saja di perusahaan bentukan Tomy Winata itu.

Sebagai seorang pengusaha handal yang banyak makan asam garam didunia persilatan proyek raksasa dalam negeri, Tomy Winata tak kehilangan akal. Proyek kelas ikan hiu ini harus ditangkap dengan cantik dan lincah.

Tomy Winata bukan pengusaha kelas ayam sayur. Sebagai jaminan bahwa proyek itu bukan hanya sekedar proyek NATO (Not Action Talk Only), Taipan cerdas ini menginginkan adannya payung hukum dan jaminan dari pemerintah agar ia bisa menjalankan proyek tersebut sampai rampung.

Maka lahirlah dari tangan SBY Peraturan Presiden Nomor 86 tahun 2011 tentang Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda (KSISS) atau yang lebih dikenal dengan istilah Jembatan Selat Sunda (JSS) itu.

Selain menerbitkan Peraturan Presiden, Presiden SBY juga membentuk Tim 7 untuk membantu memfasilitasi pembangunan Jembatan Selat Sunda itu. Tim 7 tersebut terdiri dari Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Keuangan, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Perindustrian, Sekretaris Kabinet, dan Kepala Bappenas.

Harapan Presiden SBY, proyek itu sudah bisa dimulai (groundbreaking) pada tahun 2015 mendatang dengan jangka waktu pekerjaan selama 10 tahun sehingga sudah dapat dinikmati oleh masyarakat luas dan pelaku bisnis pada tahun 2025 nanti.

Namun sayang beribu sayang, hingga SBY lengser keprabon, nasib proyek raksasa itu justru tak jelas juntrungannya, terkatung-katung bagaikan daun kering yang jatuh luruh perlahan-lahan dari rantingnya dan hanyut di sungai yang landai.

Pemerintahan pun berganti, dan Jokowi naik tahta menjadi orang nomor satu di negeri ini. Atas nama pemerintah, tanpa basa-basi yang berkepanjangan, secara resmi Jokowi menghentikan proyek ratusan trilyun rupiah itu.

Tomy Winata pun nangis darah. Barangkali dalam hatinya ia ngedumel, et dah kepeng sudah habis trilyunan rupiah, eh ndilalah malah gagal maning, gagal maning. Semprul nian.

Dan kini Tomi Winata mendapat genggaman tangan hangat dari Habib Rizieq. Sebenarnya apa arrti dari foto itu? Bagaimana menurut anda?

Penulis: Vita Risma
Sumber: 
https://twitter.com/ratu_adil
http://www.kompasiana.com/mawalu2/jokowi-jadi-presiden-tomy-winata-terkapar_54f3bf957455137e2b6c8054

Subscribe to receive free email updates:

33 Responses to "Jokowi Jadi Presiden, Tomy Winata Terkapar. Kini 'Hangat' Bersama Imam Besar FPI Habib Rizieq. Nah Lo Ketahuan!!"

  1. Ngeri kali si Rizik itu ya...
    Segala cara dihalalkan, pake2 nama agama pula.....

    BalasHapus
  2. Ngeri kali si Rizik itu ya...
    Segala cara dihalalkan, pake2 nama agama pula.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahaha lucu aku liat comment kamu zak, keliatan ga punya pendidikan km bro.. Masih aja main suku, kita ni bhinneka tunggal ika

      Hapus
    2. betawi miskin lu . tukang ngwmiz :p

      Hapus
  3. Tomy Winata memang berbahaya, ingin memfitnah Habib Rizieq.

    BalasHapus
  4. di cermin dibelakang habibnya lupa di edit yaa atau dipotoshop, kok dicermin dibelakang yang disamping habib bajunya kok ga berwana biru yaa dan baju warna merahnya juga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kkkkkkkkkkkkkkkkkkkk jeli banget deh

      Hapus
    2. Masnya buta apa gimana ya 😂 itu biru dongker mas yg samping. Yg baju merah itu cerminan dari orang pakai baju merah yg tinggi rambut hitam itu hadeh

      Hapus
    3. Masnya buta apa gimana ya 😂 itu biru dongker mas yg samping. Yg baju merah itu cerminan dari orang pakai baju merah yg tinggi rambut hitam itu hadeh

      Hapus
    4. tanya aja deeh ama Ust. Solmed kalo gak percaya, kasih lihat dia foto ini beneran apa nggak, gitu aja repot... ntar ketahuan siape yg tukang fitnah, tanya langsung ke akun Twitter nya Ust Solmed yahh.. kalo kagak berani tandanya ente yg hasud!

      Hapus
  5. Ini Malah Lebih Parah Coba Cek Gambarnya Si Riziek: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10210098420270679&set=a.1324926636894.2046696.1042724270&type=3

    BalasHapus
  6. pantas aja nih mas habib mobil nya tajir semua..ketauan adas yg subsidi

    BalasHapus
  7. Tommy winata no need to be greedy. You should pay more tax to have all the business in indonesia and pay back more money to community. No need to create conflict between religions. You know better who is riziek he is no good. Money is not everything the more greedy you are the more quick you will end up!!

    BalasHapus
  8. Dibayar?? Biji lu sini gw bayar...

    BalasHapus
  9. Terima kasih atas penjabarannya. Sekarang sudah jelas ... sudah menjadi terang. Terus berjuang menguak kebenaran dan jangan pernah takut. Tuhan Memberkati!

    BalasHapus
  10. Foto itu tidak menggambarkan apapun yang sudah dipaparkan penulis berita ini. Kecuali penulis ada ditempat dan memiliki data akurat apa yang dibicarakan. Jadii,, mulut busuk jangan asal ngejeplak!

    BalasHapus
  11. Pantes si rizik mobile anyar pajero sport

    BalasHapus
  12. kami mencintai kematian seperti kalian mencintai kehidupan......tunggulah saatnya

    BalasHapus
  13. Kalo ada berita jangan di telen mentah2. Ketauan begonya. Googling lagi. Biar pinter dikit. Dikiiit aja jangan banyak2. Ntar tambah keder.

    BalasHapus
  14. mantap gan numpang tenar juga h.ah.hah.haha.h.ha.ha, di tunggu kunjungan baliknya

    BalasHapus
  15. Sdh jelas dan terang benderang si hobbit rijek adlh jin kadal yg sanggup menistakan agamanya demi dapat fulus dari org2 kafir. Dia jg tega menjadikan ummat sbg batu pijakan utk merongrong wibawa pemerintahan yg sah. Dia jg senang membodohi ummat demi mencapai tujuannya.

    BalasHapus
  16. Wkwkwk..ga heran..makanya si habib bisa gonta ganti mobil mewah dan barang2nya branded semua

    BalasHapus
  17. dari dulu yang namanya tomy winata memang pebisnis kelas kakp, wajar saja pemikirannya sangat luas dan hampir tidak melakukan kecerobohan sehingga masyarakat awam tidak begitu mengenal beliau yang selalu bersembunyi dibalik para lelaki berjas dan berdasi yang super rapih :-D

    BalasHapus
  18. Jika jembatan selat Sunda sudah direncanakan sejak jaman Sukarno, mestinya Jokowi tdk mengunci pembangunannya, apalagi partai yg berkuasa adalah PDI, dimana ketuanya adalah Megawati putri Sukarno. Sehingga banyak dugaan yg timbul, salah satunya rivalitas pribadi antara Mega dan Sby, yg sudah "nyokot'alias berurat akar, sejak Sby dikatain" spt anak kecil" yg kemudian anak kecilnya ternyata mampu mengalahkannya.Lalu kalau demo aksi 25 nop 2016 terjadi krn ulah Sby dg memanfaatkan umat Islam, maka terlihat bahwa para petinggi 2 partai yg sekaligus pernah menjadi presiden itu, terlihat kerdil krn menjadikan rivalitas pribadi sbg penghambat kemajuan bangsa. Atau mungkinkah soal fee? Hanya Allah yg tahu.

    BalasHapus
  19. Saya lebih tertarik dengan penjelasan ttg projectnya daripada fotonya, interesting

    BalasHapus
  20. Jika jembatan selat Sunda sudah direncanakan sejak jaman Sukarno, mestinya Jokowi tdk mengunci pembangunannya, apalagi partai yg berkuasa adalah PDI, dimana ketuanya adalah Megawati putri Sukarno. Sehingga banyak dugaan yg timbul, salah satunya rivalitas pribadi antara Mega dan Sby, yg sudah "nyokot'alias berurat akar, sejak Sby dikatain" spt anak kecil" yg kemudian anak kecilnya ternyata mampu mengalahkannya.Lalu kalau demo aksi 25 nop 2016 terjadi krn ulah Sby dg memanfaatkan umat Islam, maka terlihat bahwa para petinggi 2 partai yg sekaligus pernah menjadi presiden itu, terlihat kerdil krn menjadikan rivalitas pribadi sbg penghambat kemajuan bangsa. Atau mungkinkah soal fee? Hanya Allah yg tahu.

    BalasHapus
  21. Ini yg nulis bener2 deh.. Jembatan itu dibangun untuk memudahkan transportasi dari jawa ke sumatera dan demikian sebaliknya. Selama ini kan cmn difasilitasi ama pelabuhan merak, sering dengar kan betapa menumpuknya antrian disana apalagi menjelang lebaran? Ini seperti suramadu yg membuka pintu pulau madura. Ayo berpikir kritis, jgn diprovokasi, kapan majunya Indonesia, saya cinta Indonesia. NKRI harga mati!!!

    BalasHapus